Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram menyimpan banyak peristiwa penting dan bersejarah. Berbagai kejadian masa lalu tersebut mengandung pelajaran berharga untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

Umat Muslim dapat mengambil hikmah dari sejarah ini guna meningkatkan keimanan serta ketakwaan. Momentum tersebut juga menjadi pengingat untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat yang kekal.

>>> Bakamla Siap Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY

Kemenangan para nabi terdahulu menjadi bukti nyata dari kekuasaan Allah. Kisah-kisah penyelamatan umat beriman tertuang dalam berbagai riwayat.

Kisah Ketabahan Dakwah Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS merupakan rasul pertama yang diutus kepada kaum yang kafir. Dakwah beliau dijalankan secara konsisten selama 950 tahun.

Meski menghadapi penolakan, penganiayaan, hingga pemukulan sampai pingsan, kegigihan beliau tidak pernah surut. Jumlah pengikut Nabi Nuh AS sangat sedikit, berkisar antara 60 hingga 80 orang.

Akibat penolakan yang membatu, Nabi Nuh AS memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan umat beriman. Allah kemudian mendatangkan banjir besar yang memusnahkan orang-orang kafir.

Nabi Nuh AS bersama pengikutnya selamat di dalam bahtera yang akhirnya berlabuh di Bukit Judiy. Peristiwa ini terjadi pada hari Asyura.

>>> Lenovo: Guru Kunci Arahkan Siswa Gunakan AI secara Bertanggung Jawab

Penyelamatan Nabi Musa AS dari Kejaran Firaun

Nabi Musa AS diutus untuk menghadapi kekejaman Firaun yang mengaku sebagai tuhan.

Penolakan dan penindasan dari Firaun membuat Nabi Musa AS memimpin 600 ribu Bani Israil keluar dari Mesir.

Pasukan Firaun berjumlah 1,6 juta orang mengejar untuk memusnahkan mereka. Pertolongan Allah datang melalui mukjizat pembelahan laut yang menyelamatkan rombongan Nabi Musa AS.

Laut terbelah menjadi 12 bagian dengan jalur yang kering di antaranya. Setelah rombongan Nabi Musa AS melintas, air laut kembali menyatu dan menenggelamkan seluruh pasukan Firaun.

Peristiwa 10 Muharram menjadi simbol kemenangan nyata yang diberikan Allah kepada para utusan-Nya. Konsistensi dalam membela agama Allah akan mendatangkan pertolongan-Nya.

>>> Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional

Ungkapan rasa syukur atas keselamatan tersebut diwujudkan melalui ibadah puasa. Amalan ini meneladani apa yang telah dipraktikkan oleh Nabi Nuh AS dan Nabi Musa AS.