Umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunnah di bulan Muharram 1448 Hijriah. Dua ibadah utama yang bisa dilakukan adalah puasa Tasua dan Asyura.

Berdasarkan penanggalan Hijriah, puasa Tasua jatuh pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

>>> Harga Minyak Anjlok, Pertamina Siap Evaluasi Tarif BBM Nonsubsidi

Pada tahun 2026, kedua puasa tersebut bertepatan dengan hari Rabu dan Kamis di bulan Juni.

Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H) dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026. Sementara puasa Asyura (10 Muharram 1448 H) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.

Masyarakat Muslim sangat disarankan menunaikan kedua puasa ini secara berurutan. Pelaksanaan puasa pada 9 Muharram juga berfungsi sebagai pembeda dengan tradisi puasa kaum Yahudi.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Membaca niat dianjurkan pada malam hari bagi yang hendak berpuasa. Berikut lafal niat puasa Tasua: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Niat puasa Asyura: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Evaluasi Hubungan Asmara untuk Setiap Zodiak

Bagi yang lupa membaca niat di malam hari, niat tetap boleh diucapkan pada siang hari sebelum waktu dzuhur.

Syaratnya, orang tersebut belum makan dan minum sejak terbit fajar.

Lafal niat siang hari: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Muslim menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Khusus puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki keutamaan menghapuskan dosa setahun yang lalu.

>>> Kanada vs Qatar: Duel Krusial di Matchday Kedua Grup B Piala Dunia 2026

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil. Ibadah ini juga dapat meringankan dosa besar serta mengangkat derajat seorang mukmin.