Umat Islam kini telah memasuki tahun baru 1447 Hijriyah, tepatnya di bulan Muharram.

Kehidupan yang masih diberikan merupakan kesempatan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT secara lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

>>> Threads Tembus 500 Juta Pengguna Aktif Bulanan, Saingi X

Muharram merupakan satu dari empat bulan suci atau bulan haram dalam syariat Islam, bersama dengan Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Keistimewaan bulan-bulan mulia ini ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW.

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menyatakan bahwa jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram.

Ayat tersebut juga melarang menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan itu.

Rasulullah SAW juga menegaskan keberadaan bulan-bulan mulia ini melalui sabdanya yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Beliau menyebutkan bahwa tiga bulan berturut-turut adalah Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, lalu Rajab.

Larangan menodai kehormatan bulan haram juga termaktub dalam Surah Al-Maidah ayat 2. Ayat tersebut memerintahkan orang beriman untuk tidak melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah dan kehormatan bulan-bulan haram.

Penjelasan dari Ibnu Abbas RA dan Qatadah RA dalam beberapa kitab tafsir menyebutkan bahwa setiap kemaksiatan di bulan haram memiliki dosa yang lebih besar.

Sebaliknya, setiap amal saleh yang ditunaikan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengoptimalkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan di bulan Muharram ini.

Pengondisian diri untuk menjauhi keburukan selama bulan-bulan suci diharapkan dapat melatih konsistensi ibadah pada delapan bulan lainnya.

Keutamaan Puasa Sunnah Muharram dan Hari Asyura

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak sepanjang bulan Muharram adalah puasa sunnah.