Indonesia berhasil mengamankan komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp303 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Kesepakatan ini dicapai melalui pertemuan bilateral di Beijing, China, pada Rabu (17/6/2026).

>>> Swiss vs Bosnia Berebut Tiket Lolos di Grup B Piala Dunia 2026

Dana tersebut akan dialokasikan dalam Multi-Year Rolling Pipeline untuk memperkuat kapasitas pembiayaan dan mempercepat eksekusi proyek strategis pemerintah.

Selain pendanaan, AIIB juga berencana membuka kantor perwakilan di Jakarta guna mengoptimalkan koordinasi di lapangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik rencana tersebut dan berharap kantor cabang sudah berdiri pada Juni tahun depan.

Purbaya menegaskan bahwa komitmen ini merupakan kontribusi besar bagi pembiayaan proyek pembangunan di Indonesia.

>>> Portugal Ditahan RD Kongo, Cristiano Ronaldo Ukir Rekor di Tengah Mandeknya Ketajaman

Pemerintah berhasil memastikan keberlanjutan kerja sama meskipun sejumlah program telah dirancang pada periode sebelumnya.

AIIB dilaporkan tetap percaya pada stabilitas anggaran dan prospek makroekonomi Indonesia tanpa menyampaikan kekhawatiran fiskal.

Purbaya mengatakan bahwa AIIB yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal Indonesia.

>>> BRI Pastikan Debitur Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KUR

Agenda di Beijing juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan otoritas keuangan Tiongkok dan investor global guna menjaga keberlanjutan ekonomi domestik.