Galaxy Data Center Raih Pendanaan Awal US$250 Juta untuk Infrastruktur Komputasi Hijau
Galaxy Data Center (Galaxy DC) mengumumkan perolehan pendanaan strategis tahap awal senilai US$250 juta dari salah satu perusahaan investasi global terkemuka.
Pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk mengembangkan platform pusat data di Asia Tenggara, mempercepat proyek, dan membangun infrastruktur komputasi berdensitas tinggi guna memenuhi kebutuhan era kecerdasan buatan (AI).
>>> Pemerintah RI Raih Pendanaan 17 Miliar Dolar AS dari AIIB
Galaxy DC menjadikan Singapura sebagai basis regional untuk mempercepat pengembangan kompleks pusat data AI (AIDC) berskala gigawatt di sejumlah negara Asia Tenggara.
Dengan dukungan skema pendanaan dan kemitraan dalam ekosistem industri, Galaxy DC menyediakan infrastruktur AIDC hyperscale yang dirancang sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.
Lonjakan Kebutuhan Komputasi AI
Menurut Galaxy DC, lonjakan kebutuhan komputasi AI mengubah peran pusat data dari sekadar aset infrastruktur menjadi bagian penting dari ekosistem yang menghubungkan strategi energi, kemampuan rekayasa, keandalan operasional, dan pertumbuhan pelanggan.
Galaxy DC terus memperkuat kapabilitasnya dalam pengembangan AIDC berskala GW, mulai dari adaptasi teknologi, ketersediaan daya, pemanfaatan energi hijau, kecepatan implementasi di pasar lokal, hingga operasional rendah karbon.
Perusahaan juga berencana memperluas kemitraan strategis dengan investor melalui berbagai model pendanaan guna memperkuat posisinya di Asia Tenggara sebagai pusat infrastruktur digital berkelanjutan global.
Arthur Yang, Co-founder dan CEO Galaxy DC, mengatakan pendanaan tersebut memperkuat kapasitas platform regional perusahaan.
>>> Thierry Henry Kritik Keras Cristiano Ronaldo yang Dinilai Terlalu Egois
Ia menambahkan bahwa kebutuhan pelanggan layanan AI dan komputasi awan berubah sangat cepat, dengan fokus tidak hanya pada kapasitas tetapi juga kepastian pembangunan, efisiensi energi, keandalan operasional, dan fleksibilitas jangka panjang.
Update Terbaru
Elon Musk Kembangkan Chip AI Lebih Murah dan Kencang, Tantang Nvidia
Kamis / 18-06-2026, 12:33 WIB
IHSG Anjlok 1,06 Persen ke 6.154,92 pada Sesi I Kamis 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:33 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS, Tertekan Faktor Global
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Swiss Hadapi Bosnia-Herzegovina di Laga Kedua Grup B Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Elon Musk Kembangkan Chip AI Lebih Kencang dan Murah dari Nvidia
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
OJK Tetapkan Jajaran Direksi BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Menaker Dorong Pemerataan Peserta dan Perusahaan di Magang Nasional 2026
Kamis / 18-06-2026, 12:32 WIB
Aspermigas: Ruang Penurunan Harga Pertamax Terbuka Lebar
Kamis / 18-06-2026, 12:29 WIB
Tamara Tyasmara Nilai Vonis 20 Tahun Yudha Arfandi Belum Setimpal
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Trailer Spider-Man: Brand New Day Isyaratkan Peran Sadie Sink sebagai Jean Grey
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Roblox Terapkan Klasifikasi Akun Berdasarkan Usia Secara Global
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
Pratinjau Swiss vs Bosnia: Nati Incar Tiga Poin di Los Angeles
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB
LPEI: Ekspor Kakao RI Tumbuh 36% di Tengah Tekanan Pasokan Global
Kamis / 18-06-2026, 12:28 WIB






