Elon Musk mengumumkan pengembangan chip kecerdasan buatan (AI) mandiri yang diklaim memiliki performa dua hingga tiga kali lebih baik dengan harga jauh lebih murah daripada produk Nvidia.

Rencana ambisius tersebut diungkapkan oleh Musk dalam sebuah wawancara virtual dengan pendiri Baron Capital, Ron Baron, pada Kamis (18/6/2026).

>>> IHSG Anjlok 1,06 Persen ke 6.154,92 pada Sesi I Kamis 18 Juni 2026

Musk menyatakan bahwa biaya produksi untuk cip buatannya hanya mencapai sepuluh persen dibandingkan biaya cip kompetitor.

"Saya sudah menyimpan seluruh desain fisik chip tersebut dalam memori, saya dapat memvisualisasikannya secara keseluruhan," ujar Elon Musk, Pendiri xAI.

Kolaborasi Tiga Perusahaan Lewat TeraFab

Langkah ini diperkuat melalui rencana kolaborasi antara Tesla, SpaceX, dan xAI yang diumumkan pada Maret 2026 untuk mendirikan TeraFab.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.796 per Dolar AS, Tertekan Faktor Global

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi manufaktur cip terbesar di dunia, dengan Intel dan ASML yang turut dilibatkan dalam rantai produksinya.

CEO ASML, Christophe Fouquet, membenarkan adanya komunikasi intensif terkait megaproyek infrastruktur teknologi ini sejak Mei 2026.

"Dia sangat serius tentang semua proyek tersebut," ungkap Christophe Fouquet.

>>> Menaker Dorong Pemerataan Peserta dan Perusahaan di Magang Nasional 2026

Meski aliansi Tesla dan SpaceX memiliki potensi besar berkat arsitektur bandwidth memori baru, Nvidia diprediksi tetap memimpin pasar karena terus berinovasi melalui cip generasi terbaru seperti Vera Rubin yang sepuluh kali lebih hemat energi.