Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyoroti perlunya pemerataan dalam program Magang Nasional (MagangHub) pada angkatan kedua tahun 2026.

Ia menginginkan sebaran peserta dan perusahaan lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.

>>> Roblox Terapkan Klasifikasi Akun Berdasarkan Usia Secara Global

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, Yassierli mengakui bahwa angkatan pertama masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Hal itu disebabkan oleh upah minimum yang lebih besar dan keinginan peserta untuk mendapatkan pengalaman di ibu kota.

Basis Proporsional untuk Pemerataan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempertimbangkan basis proporsi dari perusahaan yang membuka lowongan dan data lulusan perguruan tinggi setiap provinsi.

Dengan demikian, fresh graduate dapat mengikuti program di daerah terdekatnya.

>>> Pratinjau Swiss vs Bosnia: Nati Incar Tiga Poin di Los Angeles

Yassierli menjelaskan bahwa Kemnaker berperan sebagai hub yang menghubungkan perusahaan dengan calon peserta.

Perusahaan memposting lowongan, peserta memilih, dan Kemnaker menetapkan dengan mempertimbangkan distribusi wilayah.

Jika suatu provinsi sudah terlalu banyak peserta, pendaftaran dapat ditutup dan dialihkan ke provinsi lain.

Tahap pertama Magang Nasional 2026 direncanakan mulai Juli dengan target 50 ribu peserta.

>>> LPEI: Ekspor Kakao RI Tumbuh 36% di Tengah Tekanan Pasokan Global

Program akan berlangsung bertahap hingga mencapai target nasional 150 ribu peserta.