Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyatakan kinerja ekspor kakao Indonesia tumbuh positif sepanjang 2025 di tengah tekanan pasokan kakao global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor kakao Indonesia pada 2025 mencapai 3,5 miliar dolar AS atau tumbuh 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

>>> Messi Cetak Hattrick, Argentina Bantai Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026

Pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan harga kakao global dan permintaan yang tetap kuat di pasar internasional.

Kepala Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani menjelaskan meskipun volume ekspor kakao Indonesia turun sekitar 2 persen sepanjang 2025, nilai ekspor tetap meningkat seiring kenaikan rata-rata harga kakao global sebesar 6 persen.

Lemak dan minyak kakao (HS 180400) menjadi produk ekspor utama dengan kontribusi sekitar 62 persen dari total ekspor kakao nasional atau senilai 2,2 miliar dolar AS sepanjang 2025.

"Kenaikan harga terjadi di tengah terbatasnya pasokan kakao global yang menjaga harga komoditas tetap berada pada level relatif tinggi.

Kondisi ini turut mendorong kinerja ekspor kakao Indonesia, yang didominasi produk olahan bernilai tambah sehingga memiliki daya saing kuat di pasar global," kata Rini.

Rini menambahkan, pertumbuhan nilai ekspor kakao Indonesia mencerminkan semakin berkembangnya industri pengolahan di dalam negeri.

Saat ini, struktur ekspor tidak lagi bertumpu pada bahan baku, melainkan pada produk olahan seperti lemak dan minyak kakao, bubuk kakao, serta pasta kakao.

"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing industri kakao nasional sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," ujar Rini.

>>> Dinkes Banten: Usia Produktif Dominasi Kasus Diabetes, Capai 94.607