Chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok milik xAI telah digunakan oleh Pentagon dalam operasi militer Amerika Serikat.

Informasi ini terungkap melalui dokumen pengadilan federal terkait gugatan pencemaran lingkungan terhadap xAI.

>>> Google Perbarui Android Switch untuk Migrasi Mudah dari iPhone

Dalam dokumen tersebut, Pentagon menyebut Grok berperan dalam sistem yang mendukung pasukan AS menempatkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam waktu 96 jam.

Ini menjadi salah satu pengakuan paling terbuka mengenai keterlibatan AI generatif dalam operasi tempur modern.

Pejabat Chief Digital and Artificial Intelligence Office Pentagon, Cameron Stanley, menyatakan Grok termasuk model AI yang dinilai mampu mendukung aplikasi keamanan nasional.

Sistem AI xAI tersebut juga telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam operasi penting di lingkungan dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Pentagon menjelaskan bahwa Grok tidak secara langsung menentukan target serangan atau mengendalikan senjata.

AI ini diintegrasikan melalui sistem analisis intelijen untuk mengidentifikasi titik penting dari data berbagai sumber, sementara analis manusia tetap mengambil keputusan akhir.

Teknologi tersebut terhubung dengan Maven Smart System, platform berbasis AI yang digunakan badan intelijen geospasial AS.

>>> Pemerintah Siapkan Rp14,09 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2027

Platform ini berfungsi menyajikan informasi dan membantu militer mengevaluasi sasaran potensial secara cepat.

Terungkap Lewat Gugatan Lingkungan

Keterlibatan Grok dalam sektor pertahanan terungkap dari perkara hukum yang tidak berkaitan dengan perang.

Kasus ini bermula dari gugatan NAACP terhadap xAI dan anak usahanya, MZX Tech, terkait operasional turbin gas di pusat data Southaven, Mississippi.

NAACP menuduh pengoperasian turbin gas dilakukan tanpa izin yang diwajibkan oleh Clean Air Act karena menghasilkan emisi polutan berbahaya.

Namun, Departemen Kehakiman AS meminta hakim membatalkan gugatan dengan alasan pusat data xAI memiliki peran strategis bagi keamanan nasional.

Pemerintah AS berargumen bahwa fasilitas xAI mendukung kebutuhan Pentagon dalam operasi militer dan keamanan nasional. Penghentian operasional fasilitas tersebut dinilai dapat berdampak serius terhadap kemampuan pertahanan AS.

Pengakuan ini langsung mengarahkan perhatian publik kepada Elon Musk selaku pendiri xAI. Kritikus menilai kasus ini menunjukkan semakin eratnya hubungan antara perusahaan AI swasta dan sektor pertahanan negara.

>>> Pemerintah Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan di GBK

Di sisi lain, pendukung teknologi ini berargumen bahwa sistem seperti Grok membantu militer menganalisis data lebih cepat dan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan di medan operasi.