Devin Kim, mantan insinyur kecerdasan buatan di xAI, mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan milik Elon Musk tersebut di pengadilan negara bagian California, Amerika Serikat.

Kim mengaku dipecat secara tidak adil setelah menyuarakan kekhawatiran terkait sistem keamanan chatbot Grok pada September 2025.

>>> Meksiko dan Korea Selatan Raih Kemenangan di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Gugatan ini muncul setelah skandal penggunaan Grok untuk merekayasa foto vulgar secara digital beberapa bulan lalu, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Permasalahan tersebut memicu regulator di Eropa untuk membatasi penggunaan Grok. Sejumlah konsumen, termasuk influencer Ashley St. Clair, juga melayangkan gugatan hukum kepada xAI.

Menanggapi polemik, xAI menyatakan komitmen untuk menjadikan X sebagai platform yang aman bagi semua orang. Pada Januari lalu, perusahaan mengumumkan penonaktifan kemampuan Grok dalam membuat gambar sensual.

Dalam dokumen gugatan, Kim memaparkan temuan krusial mengenai cacat sistem dan potensi bahaya dalam program kecerdasan buatan tersebut selama ia bekerja.

"Saudara Kim meyakini bahwa pengabaian xAI terhadap keamanan AI merupakan tindakan yang melanggar hukum," ujar pengacaranya dalam gugatan tersebut.

>>> macOS 27 Golden Gate Beta Ganggu Asahi Linux, Partisi Disebut Masih Aman

Pihak kuasa hukum menilai kekhawatiran kliennya terhadap model xAI terbukti akurat seiring munculnya skandal penyalahgunaan konten tidak pantas.

Gugatan ini juga menyeret SpaceX selaku induk perusahaan yang tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO). Unit AI menjadi komoditas utama dalam promosi bisnis terintegrasi milik Elon Musk.

Sebelum dipecat, Kim mengaku telah membahas mitigasi risiko AI dengan para eksekutif saat bergabung dari Scale AI. Namun, laporan keamanannya diabaikan oleh salah satu pendiri xAI, Jimmy Ba.

"AI akan membunuh kita semua juga," kata Ba sebagaimana ditirukan Kim dalam dokumen gugatan.

Jimmy Ba yang memecat Kim kemudian keluar dari perusahaan pada Februari 2026 setelah merger dengan SpaceX.

>>> Chef Michelin Italia Hadirkan Kuliner Kelas Dunia di Bali

Seluruh anggota pendiri xAI dan puluhan insinyur lainnya juga hengkang dari perusahaan tersebut.