Donald Trump Buka Akses Dokumen Rahasia UAP Pentagon
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi membuka akses terhadap laporan pemerintah mengenai fenomena anomali tak teridentifikasi atau UAP.
Langkah ini menjadikannya sebagai pemimpin negara terbaru yang mempublikasikan dokumen rahasia tersebut, seperti dilansir dari sumber internasional.
>>> Yadea Indonesia Tawarkan Subsidi Motor Listrik Rp 10 Juta di Jakarta Fair 2026
Proses pengungkapan data publik ini sebenarnya telah berlangsung sejak akhir 1970-an.
Rilis terbaru dari Pentagon melengkapi dua gelombang dokumen yang sebelumnya dirilis pada 8 Mei dan 22 Mei lalu.
Rilis terbaru memuat 72 berkas dari tiga lembaga besar, yaitu FBI, CIA, dan Pentagon.
Dokumen tersebut berisi kumpulan kesaksian, rekaman video, serta visualisasi yang disusun berdasarkan peristiwa penampakan di lapangan.
Laporan yang terkumpul mencatat adanya objek berbentuk bulat atau bola cahaya. Berbagai fenomena visual tersebut dilaporkan muncul di area geografis yang sama, yakni wilayah timur laut Amerika Serikat.
Salah satu berkas dari bulan Februari menguraikan interaksi FBI dengan dua orang saksi mata.
Berdasarkan wawancara tersebut, saksi melihat pancaran cahaya yang sangat kuat di area pekarangan belakang rumah mereka pada malam hari.
Otoritas terkait tidak mencantumkan identitas maupun lokasi detail mengenai tempat kejadian dalam dokumen yang disebarluaskan kepada publik.
Saksi menggambarkan warna merah pada benda tersebut sangat cerah dan indah, serta menyatakan bahwa dirinya belum pernah melihat warna merah yang sama sebelumnya dalam hidupnya.
Objek berbentuk bulat merah tersebut dilaporkan memiliki ukuran diameter sekitar satu meter.
>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.831 per Dolar AS, IHSG Melonjak 3,43%
Pada bagian tengah objek, terdapat visualisasi yang disebut mirip matahari berupa plasma putih dengan ukuran sebesar bola basket.
Update Terbaru
Profil Nabila Zirus yang Jadi Sorotan Usai Isu Close Friend dengan Suami Orang lengkap: Umur, Agama dan IG
Rabu / 17-06-2026, 15:05 WIB
KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Layani KRL Commuter Line pada 2028
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
PT Brantas Abipraya Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemenag Rumuskan Juknis KIP Kuliah 2026, Perluas Kriteria Penerima
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemensos Sediakan Layanan Cek Desil Bansos Lewat Ponsel
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
SIM Digital Permudah Pengendara, Korlantas: Tak Perlu Khawatir Tertinggal Dokumen
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
IMF: Ekonomi Global Bertahan dari Dampak Perang Timur Tengah
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
Portugal Hadapi Republik Demokratik Kongo di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
Otoritas Bandara Klarifikasi Aturan Pemeriksaan Identitas Usai Kontroversi Wonyoung
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
Jokowi Teken Buku Otentikasi Ijazah Karya Rismon Sianipar di Solo
Rabu / 17-06-2026, 15:00 WIB
Kolombia Hadapi Uzbekistan di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 15:00 WIB
IHSG Bergerak Volatil Menjelang Keputusan MSCI soal Status Pasar Modal
Rabu / 17-06-2026, 15:00 WIB
Inggris Hadapi Kroasia di Laga Pembuka Grup L Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 15:00 WIB
Baca Preview Sore Nano Machine Chapter 316 Bahasa Indonesia, Adu Mekanik! Konflik Mulai Terbaca
Rabu / 17-06-2026, 15:00 WIB






