Saksi mata di lokasi juga melihat kehadiran objek berupa bola cahaya kedua. Kedua benda tersebut terlihat seperti memiliki keterikatan satu sama lain saat bergerak menjauh dari area rumah.

Beberapa pekan pasca-kejadian, mereka kembali mendapati objek-objek serupa berwarna putih melintas di atas rumah. Namun, pergerakan kali ini terdeteksi berada di posisi ruang udara yang jauh lebih tinggi.

Laporan Fenomena Plasma dan Keterangan Pentagon

Berkas wawancara terpisah yang berlangsung pada Juli 2025 turut memperlihatkan data penampakan bola cahaya yang serupa. Kejadian tersebut dilaporkan terdeteksi pada area pemukiman yang tergolong sepi penduduk.

Pengamatan ini terjadi dalam radius kurang dari 40 kilometer dari lokasi penampakan yang dikenal sebagai ‘Benda Bulatan Segitiga’, ‘Putaran Benda Bulatan Merah’, dan ‘Benda Bulatan di Atas Kolam’, di sebuah daerah yang penduduknya tidak terlalu padat.

Sementara itu, dokumen dari bulan Oktober 2024 mendeskripsikan sumber cahaya yang berada di bawah garis cakrawala. Objek bercahaya tersebut melayang tanpa bergerak di atas permukaan sebuah kolam.

Benda bercahaya itu memiliki bentuk seperti ‘bola yang tersusun dari plasma’, dan berubah bentuk serta tingkat keterangannya secara berkala.

Pada beberapa saat, sumber cahaya utama itu tampak terpecah menjadi titik-titik cahaya yang lebih kecil.

Keterbukaan informasi ini diharapkan dapat menjawab rasa penasaran publik mengenai data otentik yang selama ini tersimpan oleh lembaga intelijen dan militer Amerika Serikat.

>>> Aplikasi Afiliasi KiriminAja Janjikan Komisi Hingga Rp14 Juta per Bulan

“Berkas-berkas ini yang selama ini tertutup status kerahasiaannya telah lama memicu berbagai spekulasi — dan kini sudah saatnya rakyat Amerika dapat melihat sendiri apa yang sebenarnya tercatat di dalamnya,” ujar Kepala Pentagon, Pete Hegseth, dalam sebuah pernyataan resmi.