Pasar Utama dan Potensi Ekspor

Dari sisi pasar tujuan, Amerika Serikat dan India menjadi tujuan utama ekspor kakao Indonesia pada tahun 2025 dengan nilai ekspor yang hampir berimbang, masing-masing mencapai 619 juta dolar AS dan 618 juta dolar AS, atau sekitar 17 persen dari total ekspor nasional.

Sementara itu, China menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar 446 juta dolar AS dan pangsa sekitar 12 persen.

Ketiga pasar utama tersebut juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan kenaikan ekspor sebesar 141 persen ke Amerika Serikat, 196 persen ke India, dan 105 persen ke China.

Dalam perdagangan global, Indonesia tercatat berada di posisi ke-12 sebagai eksportir kakao dunia dengan pangsa pasar sekitar 3 persen atau senilai 2,6 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Ekspor kakao utama dunia masih didominasi oleh Jerman, Belanda, dan Pantai Gading.

International Trade Centre (ITC) memperkirakan terdapat potensi ekspor kakao sekitar 1 miliar dolar AS yang masih dapat dioptimalkan, terutama di pasar Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia.

Potensi peningkatan ekspor kakao Indonesia didukung oleh sejumlah faktor, antara lain penguatan harga kakao global, permintaan internasional yang tetap tinggi di tengah keterbatasan pasokan, hilirisasi kakao menjadi produk kakao olahan, serta kinerja industri pengolahan domestik yang relatif stabil.

>>> Indef: KDMP Berpeluang Kurangi Ketergantungan pada Rentenir

Dengan permintaan global yang terus tumbuh di tengah keterbatasan bahan baku, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekspor, didukung oleh hilirisasi kakao menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi serta kinerja industri pengolahan domestik yang stabil.