Uni Eropa Siapkan Strategi Dagang Baru Hadapi Defisit dengan China
Uni Eropa tengah mempersiapkan perubahan mendasar dalam kebijakan perdagangannya. Langkah ini diambil di tengah membengkaknya defisit perdagangan dengan China dan meningkatnya ketergantungan pada sektor-sektor strategis.
China, sebagai pusat manufaktur terbesar di dunia, terus memperluas penetrasi ke pasar global melalui kebijakan industri yang didukung pemerintah.
>>> Bapenda Papua Beri Insentif 30 Persen untuk Kendaraan Pelat Luar
Kapasitas produksi China meningkat pesat di sektor kendaraan listrik, baterai, panel surya, bahan baku mineral kritis, dan produk teknologi tinggi.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam KTT G7 di Kanada menyatakan bahwa hubungan perdagangan Uni Eropa dengan China saat ini tidak berkelanjutan.
Ia menekankan perlunya meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan perjanjian perdagangan bebas, dan melakukan diversifikasi rantai pasok.
Dominasi China dalam perdagangan global menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussel.
Komisi Eropa menegaskan bahwa hubungan ekonomi dengan China tetap perlu dipertahankan melalui pendekatan mitigasi risiko.
Defisit Perdagangan Mencatat Rekor
Tahun lalu menjadi titik balik dalam hubungan perdagangan Uni Eropa dengan China. Untuk pertama kalinya, seluruh negara anggota Uni Eropa mencatat defisit perdagangan dengan negara tersebut.
Data Eurostat menunjukkan impor Uni Eropa dari China mencapai 559,4 miliar euro atau sekitar 695,3 miliar dolar AS pada 2025.
Sementara itu, ekspor Uni Eropa ke China hanya mencapai 231,5 miliar dolar AS, menghasilkan defisit perdagangan tertinggi sepanjang sejarah sebesar 417,4 miliar dolar AS.
Persaingan ketat dari China di sektor kendaraan listrik, panel surya, baterai, baja, bahan kimia, dan mesin memberikan tekanan besar terhadap produsen Eropa.
Brussel kini memandang masuknya produk murah China yang didukung negara bukan hanya sebagai persoalan perdagangan, tetapi juga isu strategis.
Update Terbaru
HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED 1,46 Inci dan Baterai 35 Hari
Kamis / 18-06-2026, 16:21 WIB
LG Luncurkan Kulkas French Door 2026 di India, Harga Mulai Rp 22 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kasus dr Ratna Dinilai Berpotensi Jadi Preseden Pelayanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Kasus Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PLN Lakukan Pemadaman Listrik Terbatas di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 80 Dolar AS, BBM di Indonesia Belum Ikut Turun
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB
IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.172 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Naikkan Harga TBS Petani
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Pakar: Kesepakatan Damai Iran-AS Beri Sentimen Positif Pasar Energi
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
BAKTI Siap Dukung Konektivitas Digital untuk Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa di Area 3T
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB






