Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat sebanyak 94.607 kasus diabetes melitus di wilayahnya. Kelompok usia produktif kini mendominasi, bukan lagi lansia.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti di Serang, Kamis, mengungkapkan dominasi usia produktif pada diabetes tipe 2 berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup.

>>> Indef: KDMP Berpeluang Kurangi Ketergantungan pada Rentenir

"Yang harus menjadi perhatian adalah pola makan dan aktivitas fisik.

Saat ini banyak anak dan remaja mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sementara aktivitas fisiknya semakin berkurang," papar Ati.

Ia menjelaskan faktor pemicu utama melonjaknya diabetes tipe 2 meliputi minimnya aktivitas fisik, tingginya asupan gula harian, obesitas, pola tidur tidak teratur, dan faktor genetika.

Kondisi ini menyebabkan resistensi insulin.

Untuk menekan laju penyakit, Ati mengimbau orang tua dan keluarga segera membatasi asupan gula berlebih dan membiasakan aktivitas fisik rutin di rumah.

"Jangan menunggu sakit dulu.

Biasakan keluarga menerapkan pola hidup sehat, kurangi gula berlebih, rajin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," tegasnya.

>>> Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Tergantung di Taman Pramuka Tangerang

Dinkes Provinsi Banten terus menggencarkan edukasi kesehatan dan program deteksi dini penyakit tidak menular di sekolah dan masyarakat luas.

"Peran keluarga sangat penting. Anak akan lebih mudah menerapkan pola hidup sehat apabila seluruh anggota keluarga juga menjalankannya secara konsisten," ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes hingga 10 Juni 2026, dari total 94.607 kasus, sebanyak 69.809 kasus (73,8 persen) terjadi pada rentang usia produktif 15-59 tahun.

Kelompok lansia di atas 60 tahun tercatat 22.905 kasus.

Temuan yang menjadi perhatian adalah kasus pada anak: 1.651 kasus usia 6-14 tahun, 241 kasus usia 1-5 tahun, dan satu kasus pada bayi di bawah satu tahun.

Secara sebaran wilayah, Kabupaten Tangerang menempati posisi pertama dengan 25.155 kasus.

Disusul Kota Tangerang Selatan 20.787 kasus, Kabupaten Lebak 20.226 kasus, dan Kota Tangerang 19.450 kasus.

>>> Trump: AS Perlu Kesepakatan Denuklirisasi dengan Rusia dan China

Selanjutnya, Kota Cilegon tercatat 3.440 kasus, Kabupaten Pandeglang 2.550 kasus, Kabupaten Serang 1.694 kasus, dan Kota Serang 1.305 kasus.