Penyakit jantung dan stroke kini tidak lagi hanya mengancam kelompok usia lanjut. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bayushi Eka Putra, Sp.

JP(K), FIHA, mengungkapkan bahwa pasien usia produktif semakin sering ditemui.

>>> PGE Raih Enam Penghargaan APQA 2026 Berkat Inovasi Panas Bumi

Dalam media workshop pada Rabu, 17 Juni 2026, dr. Bayushi menyebutkan bahwa pasien berusia 20 hingga 30 tahun mulai sering berobat.

Kelompok usia 30-40 tahun menjadi yang paling banyak terkena penyakit tidak menular ini.

Faktor pemicu utama berasal dari gaya hidup modern. Kurangnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, pola hidup sedentari, dan tingginya angka perokok aktif menjadi penyebab utama.

>>> Harry Kane Samai Rekor Gary Lineker Usai Cetak Dua Gol ke Gawang Kroasia

Teknologi Medis Tingkatkan Harapan Hidup

Meskipun kasus penyakit jantung meningkat pada usia muda, angka harapan hidup masyarakat Indonesia justru naik hingga 74 tahun.

Hal ini berkat kemajuan teknologi kedokteran, peralatan medis, dan metode pengobatan baru.

Dr. Bayushi menambahkan bahwa inovasi teknologi kesehatan berperan besar dalam menekan risiko komplikasi. Namun, kemajuan ini juga membawa konsekuensi finansial yang harus ditanggung pasien.

>>> PT PKSS Latih 600 Satpam untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan

Oleh karena itu, perlindungan finansial berlapis menjadi solusi sistematis. Masyarakat disarankan memiliki dana darurat, asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, investasi, dan manajemen keuangan yang terencana.