Kasus penyakit jantung dan stroke kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni antara 20 hingga 40 tahun.

Fenomena pergeseran usia penderita ini mendorong urgensi kepemilikan perlindungan finansial berlapis.

>>> Minat Lelang Sukuk Negara Mendingin, Pemerintah Naikkan Yield Seri PBS030

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bayushi Eka Putra, Sp. JP(K), FIHA, mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular kini menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia.

Menurutnya, serangan jantung dan stroke tidak lagi identik dengan lanjut usia.

"Saya ketemu pasien bukan lagi umur 50-60 tahun, tapi umur 20-30 tahun, itu udah mulai sering. Ya, paling sering 30-40 tahun.

Jadi, penyakit tidak menular ini bukan lagi penyakit orang tua. Penyakit pada orang-orang yang masih produktif," kata dr. Bayushi dalam media workshop, Rabu, 17 Juni 2026.

Lonjakan kasus pada usia muda dipengaruhi gaya hidup modern, seperti minimnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, kebiasaan sedentari, dan tingginya angka perokok aktif.

Ia menekankan perlunya strategi pertahanan melalui perlindungan finansial berlapis sebagai solusi sistematis.

Angka Harapan Hidup Meningkat Berkat Teknologi

Di balik peningkatan kasus penyakit berat pada usia muda, terdapat fakta positif terkait demografi kesehatan Indonesia.

Angka harapan hidup masyarakat tercatat mencapai sekitar 74 tahun, meningkat pesat dari beberapa dekade sebelumnya.

>>> Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

"Walaupun kasus penyakit jantung naik, walaupun dia menyerang pada usia muda, tapi yang menarik ini adalah angka harapan hidup orang Indonesia juga ikut naik sampai 74 tahun," tutur dr. Bayushi.

Kemajuan teknologi kedokteran, mulai dari peralatan baru hingga metode perawatan modern, berperan besar dalam memperpanjang usia pasien.