Namun, kemajuan tersebut membawa konsekuensi biaya yang tidak sedikit.

Efektivitas penanganan penyakit jantung saat ini telah melompat jauh dibanding dua atau tiga dekade lalu, tetapi obat-obatan baru, pemasangan ring jantung, dan prosedur klinis kontemporer membutuhkan kesiapan finansial.

"Obat-obatan baru, alat-alat baru, teknologi yang makin baru, tentu pasti punya konsekuensi finansial," ujar dr. Bayushi.

Tingkat kecanggihan fasilitas kesehatan berbanding lurus dengan dana yang harus dikeluarkan pasien dan keluarga.

Oleh karena itu, manajemen keuangan yang kokoh melalui asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dana darurat, dan investasi jangka panjang menjadi sangat relevan.

>>> Kemendikdasmen Usulkan Tambahan Anggaran Rp40,75 Triliun untuk RKP 2027

Perlindungan kesehatan standar saja tidak lagi mencukupi; proteksi keuangan komprehensif diperlukan agar masyarakat tidak mengalami kelumpuhan finansial saat menghadapi risiko penyakit kritis.