Bahlil Bentuk Tim Pengadaan untuk Atasi Pasokan Batu Bara PLN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim pengadaan energi primer PLN.
Langkah ini diambil menyusul kendala pasokan batu bara yang memicu pemadaman listrik terbatas di Jawa Timur pada Juni 2026.
>>> Pelayaran Selat Hormuz Butuh Waktu untuk Normal Pasca Kesepakatan AS-Iran
Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan jajaran direksi. Rapat dilakukan untuk merekonfirmasi pasokan bahan baku pembangkit listrik nasional.
Bahlil mengungkapkan bahwa dari total kebutuhan PLN sebesar 154 juta ton batu bara, baru 134 juta ton yang sudah dikontrak.
Artinya, masih ada kekurangan sekitar 20 juta ton yang belum dikontrakkan.
Minimnya minat perusahaan memasok batu bara dipicu oleh selisih harga domestik yang hanya 70 dolar AS per ton.
Angka ini jauh di bawah harga acuan periode I Juni 2026 sebesar 121,83 dolar AS per ton.
"Jadi, harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah yang menjadi masalah," kata Bahlil.
>>> Harga Perak Antam 18 Juni 2026 Turun Tajam ke Rp 45.750 per Gram
Pengawasan Diperketat
Kementerian ESDM kini memperketat pengawasan pengadaan energi primer.
Tim pengawasan melibatkan Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menambahkan, "Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer...
kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP agar tidak ada dusta diantara kita."
Pemerintah mengakui ketersediaan batu bara kalori medium yang dibutuhkan PLN semakin menipis di pasar domestik.
Dampak kendala teknis operasional pembangkit telah dirasakan masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik berupa penurunan kapasitas suplai listrik.
>>> Bumi Resources Gelar RUPS Bahas Laporan Keuangan dan Susunan Direksi
PLN UID Jatim terpaksa menerapkan manajemen beban terbatas setelah sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik mendadak selama dua hingga lima jam sejak pekan lalu.
Update Terbaru
Kemenag Bantah Menag Nasaruddin Umar Samakan Pemerintah dengan Firaun
Kamis / 18-06-2026, 10:41 WIB
BYD M6 DM Siap Guncang Pasar Mobil Hybrid Indonesia dengan Harga Mulai Rp 298 Juta
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Rebel Wolves Resmi Kenalkan The Blood of Dawnwalker, Game Action-RPG Open World Dark Fantasy
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Aktris Daveigh Chase Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Sepsis
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Vicky Prasetyo Bantah Dugaan Penipuan Perangkat Audio Rp213 Juta
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Polri dan TNI Kawal Eksekusi Pengosongan Blok 15 Eks Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Wamenekraf dorong pemasaran IP lokal lewat kolaborasi lintas sektor
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Rebel Wolves dan Bandai Namco Rilis Game The Blood of Dawnwalker September 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:40 WIB
Daftar Rating TV Nasional per Kamis, 18 Juni 2026: Terikat Janji Puncaki Daftar Program Paling Banyak Ditonton
Kamis / 18-06-2026, 10:39 WIB
Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Usulan Bantuan Subsidi Upah untuk Kelas Menengah
Kamis / 18-06-2026, 10:36 WIB
Pemerintah Buka Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026 untuk PTN dan PTS
Kamis / 18-06-2026, 10:36 WIB
IHSG Terkoreksi 1,34% ke Level 6.137,24 pada Awal Perdagangan 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:35 WIB
30 Ucapan Perpisahan Sekolah yang Menyentuh Hati dan Berkesan
Kamis / 18-06-2026, 10:35 WIB
BYD Great Tang Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp630 Juta
Kamis / 18-06-2026, 10:35 WIB






