Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan penurunan pada awal perdagangan menjelang akhir pekan ini.

Mata uang Garuda dibuka pada tingkat Rp 17.851 per dolar Amerika Serikat (AS), seperti dikutip dari Investasi pada Kamis (18/6/2026).

>>> Satgas PASTI Hentikan Operasional Universal Peak dan BAFI Group

Catatan tersebut memperlihatkan mata uang rupiah melemah sebesar 0,5% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.762 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan berbagai mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak secara bervariasi.

Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami tekanan paling dalam di Asia setelah merosot hingga 0,66%.

Pelemahan ini kemudian diikuti oleh ringgit Malaysia yang turun sebesar 0,56% dan peso Filipina yang terkoreksi 0,28%.

>>> Danantara dan BP BUMN Targetkan Merger Asuransi IFG Rampung 2026

Selanjutnya, yuan China juga ikut tertekan sebesar 0,07%, disusul oleh dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01% pada perdagangan pagi ini.

Di sisi lain, dolar Taiwan tampil sebagai mata uang dengan penguatan tertinggi setelah berhasil menanjak 0,06% terhadap the greenback.

Dolar Singapura turut menguat dengan kenaikan sebesar 0,05% pada awal perdagangan hari ini.

>>> Truecaller Ads Luncurkan 'Call-to-Cart', Permukaan Perdagangan Berbasis AI

Kondisi positif ini juga dialami oleh baht Thailand yang terangkat 0,05% serta yen Jepang yang bergerak menguat tipis 0,006%.