Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menambah kuota program magang nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta.

Pendaftaran program ini akan dibuka pada Juli mendatang dan ditujukan bagi lulusan sarjana dan diploma.

>>> Bocoran Boruto Two Blue Vortex Chapter 34: Kondisi Sarada Memburuk

Jumlah tersebut meningkat dari kapasitas sebelumnya yang hanya menyediakan lowongan untuk 100 ribu peserta.

Uang Saku Ditanggung Penuh Pemerintah

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemerintah tetap membiayai penuh uang saku bagi para peserta magang nasional.

Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya muncul usulan mengenai pembagian beban anggaran uang saku antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Kemudian ada wacana awalnya bahwa uang sakunya itu sharing, tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan pertama.

Jadi, 100% ditanggung oleh pemerintah," kata Yassierli dalam konferensi pers di Kemnaker, Jakarta Selatan pada Kamis (18/6/2026).

Besaran uang saku yang didapatkan peserta nantinya akan disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi tempat magang berjalan.

>>> Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah saat Portugal Ditahan Imbang DR Kongo

Saat ini, kepastian total anggaran program magang nasional tersebut masih memasuki tahap finalisasi oleh pihak Kemnaker.

"Kondisi saat ini tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran.

Ini yang sekarang sedang difinalisasi dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara," ujar Yassierli.

Di sisi lain, pelaksanaan program magang nasional untuk angkatan pertama, kedua, dan ketiga tahun 2025 telah resmi berakhir sepenuhnya pada hari ini.

Penutupan program tersebut dilanjutkan dengan pemberian fasilitas sertifikasi kompetensi yang dapat diakses oleh alumni magang melalui Balai-balai Ketenagakerjaan.

>>> Empat Emiten Gelar Private Placement untuk Perkuat Modal Bisnis

"Menurut kami ini suatu hal yang harusnya menjadi sesuatu hal yang baik buat mereka, sehingga tidak hanya mendapatkan portofolio, mendapatkan sertifikat magang, tapi juga ada peluang untuk mendapatkan sertifikat kompetensi," tutur Yassierli.