Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia berencana menggelar Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Emiten tersebut meliputi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH).

>>> Kolombia Kalahkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendanai ekspansi usaha masing-masing perusahaan, dikutip dari Investasi pada Rabu (18/6/2026).

Rencana Masing-Masing Emiten

Dalam pelaksanaan PMTHMETD tahap IV, PANI bakal menerbitkan saham baru sebanyak 72.476.600 lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Langkah ini akan meningkatkan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan dari 18.117.025.598 saham menjadi 18.189.502.198 saham.

Dua pemodal, yakni PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd, akan mengambil bagian dengan harga pelaksanaan Rp6.875 per lembar.

Manajemen PANI optimistis dana yang masuk bisa langsung digunakan untuk merealisasikan target bisnis entitas anak.

“Khususnya, untuk memperkuat struktur permodalan dan menunjang kelangsungan kegiatan usaha entitas anak, yaitu PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras,” ujar direksi PANI.

Sementara itu, WSBP tengah bersiap menjalankan private placement tahap VI sebagai bagian dari penyelesaian kewajiban keuangan perusahaan.

Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk konversi utang kreditur sesuai Perjanjian Perdamaian yang telah homologasi.

Emiten beton ini akan menerbitkan sebanyak 178,68 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp50 per lembar saham.

Emiten lain, KPIG, berencana menerbitkan 7,45 miliar saham baru dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp100 per lembar.