Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,06 persen atau turun 65 poin ke level 6.154 pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

Penurunan indeks domestik terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi.

>>> Saham PIK2 Melesat 6,23% di Sesi I Usai Pengumuman Private Placement

Pasar tertekan oleh sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta penantian kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut investor saat ini memilih bersikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan domestik.

"Fokus utama pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diumumkan hari ini," tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).

Konsensus pasar memproyeksikan Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Langkah ini demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan aliran modal asing.

Selain itu, pasar juga menantikan hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar saham Indonesia.

>>> Kinerja Sucor AM Capai Rp47,22 Triliun pada Kuartal I 2026

Investor berharap Indonesia dapat mempertahankan status sebagai pasar berkembang sehingga tidak ada kebijakan yang mengurangi minat pemodal asing.

Namun, pasar juga harus mencerna hasil pertemuan The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen sampai 3,75 persen.

"Warsh menegaskan komitmen The Fed untuk memulihkan stabilitas harga.

Sikap ini membuat pasar memperkirakan kebijakan moneter AS akan tetap ketat dalam periode yang lebih panjang," tulis Pilarmas.

Kebijakan moneter AS tersebut memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar AS. Hal ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di negara berkembang.

Selain faktor moneter, sentimen juga datang dari penandatanganan perjanjian sementara antara Presiden AS Donald Trump dengan Iran terkait konflik Selat Hormuz.

>>> Mendengkur Setiap Malam Bisa Ganggu Kesehatan Mental dan Daya Ingat

Rencana Bank Sentral China yang mengisyaratkan perubahan kerangka kebijakan moneter dengan menjadikan suku bunga overnight sebagai acuan utama juga turut memengaruhi.