Kebiasaan mendengkur setiap malam ternyata tidak hanya mengganggu pasangan tidur, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan daya ingat.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Nitin Dange, Direktur Neurologi Intervensional dan Ahli Bedah Saraf di Rumah Sakit Gleneagles, Parel, India.

>>> Pratinjau Meksiko vs Korsel: Berebut Kendali Grup A Piala Dunia 2026

Menurut Dr. Nitin, banyak orang menganggap mendengkur sebagai hal normal akibat kelelahan atau penuaan.

Namun, ia menekankan bahwa mendengkur bisa menjadi tanda gangguan tidur serius yang disebut apnea tidur obstruktif.

Apnea tidur obstruktif adalah kondisi di mana pernapasan berulang kali berhenti dan tersambung kembali selama tidur.

Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah yang sering terjadi dan mengganggu fase tidur REM yang penting untuk pemulihan.

Dampak pada Kognitif dan Kesehatan Mental

Gangguan tidur akibat mendengkur dapat menyebabkan penurunan kognitif dan kehilangan ingatan. Orang yang sering mendengkur hebat cenderung merasa lelah, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.

>>> Putin: Rusia dan ASEAN Dukung Sistem Tatanan Dunia yang Adil

Seiring waktu, kualitas tidur yang buruk berdampak negatif pada daya ingat, rentang perhatian, pengambilan keputusan, dan kemampuan belajar.

Dr. Nitin juga menyoroti bahwa penderitanya mungkin lebih sering lupa dan merasa lesu secara mental.

Selain itu, mendengkur dan apnea tidur dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, kecemasan, dan depresi.

Cara Mengurangi Kebiasaan Mendengkur

Dr. Nitin menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi kebiasaan mendengkur. Pertama, menjaga berat badan optimal karena kelebihan berat badan dapat mempersempit saluran napas.

Kedua, tidur miring daripada telentang. Ketiga, berhenti merokok karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran napas.

>>> Persija Jakarta Resmi Akhiri Kontrak Hanif Sjahbandi

Terakhir, hindari alkohol dan makanan berat sebelum tidur.