Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak neto mencapai Rp940,31 triliun hingga 16 Juni 2026.

Angka tersebut tumbuh 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seperti disampaikan dalam Seminar Kemenkeu Corpu Open Class (KCOC).

>>> Menteri ESDM Kaji Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan capaian itu setara dengan 39,62 persen dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

"Capaian sampai dengan hari terakhir yang bisa kami rekam dan laporkan, tanggal 16 Juni 2026 penerimaan pajak neto sudah tercapai Rp940,31 triliun, dan terus mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat, sebesar 23,4%," kata Bimo.

Menurut Bimo, pertumbuhan ini didorong oleh kepatuhan wajib pajak yang membaik, intensifikasi pengawasan, serta pembenahan sistem administrasi perpajakan.

Ia menambahkan bahwa DJP secara konsisten mempertahankan kinerja pertumbuhan penerimaan pajak yang positif, dan hal itu tidak lepas dari dukungan wajib pajak.

Perbandingan dengan Capaian Sebelumnya

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan pajak hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun.

>>> Pemprov Babel Benahi Penyaluran BBM dan Optimalkan Pendapatan Daerah

Angka itu naik 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp683,3 triliun, dan setara 35,4 persen dari pagu APBN 2026.

Purbaya menyoroti perbaikan signifikan pada penerimaan pajak, berbeda dengan tahun lalu yang mengalami kontraksi 11,3 persen pada bulan yang sama.

"Yang paling menarik pendapatan pajak naiknya 22,1%.

Anda bandingkan tahun lalu di bulan yang sama tahun lalu pajak negatif 11,3% jadi ada perbaikan signifikan di pajak utamanya," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita.

Pemerintah optimistis tren kenaikan ini akan berlanjut sepanjang tahun, dengan target pertumbuhan di atas 20,5 persen.

>>> OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030

"Kita dorong ke level yang lebih tinggi lagi," kata Purbaya.