Lonjakan Pengguna Lumpuhkan Claude AI, Infrastruktur Tak Mampu Menampung
Platform kecerdasan buatan Claude AI milik Anthropic mengalami gangguan layanan massal secara global pada Selasa, 16 Juni 2026.
Gangguan ini dipicu oleh lonjakan permintaan pengguna yang melampaui kapasitas infrastruktur perusahaan.
>>> Dewan Perencana Sidney Setujui Pusat Distribusi Amazon di Maine
Menurut laporan dari CNET, laporan kesalahan melonjak tajam di situs Downdetector hingga melampaui 2.000 laporan pada pukul 13.27 waktu ET.
Anthropic mendeteksi gangguan pada antarmuka web, API, Claude Code, dan Claude Cowork.
TechTimes melaporkan bahwa insiden ini merupakan gangguan signifikan kesepuluh yang dialami platform tersebut sejak 5 Juni 2026.
Lonjakan pencarian informasi terkait gangguan ini juga terlihat di Google Trends.
Masalah kapasitas ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan tahunan Anthropic yang melonjak dari 9 miliar dolar AS pada akhir 2025 menjadi lebih dari 30 miliar dolar AS pada awal April 2026.
Pihak manajemen mengakui adanya keterbatasan komputasi yang sedang dihadapi oleh seluruh industri kecerdasan buatan saat ini.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
"Demand for Claude has grown at an unprecedented rate, and our infrastructure has been stretched to meet it, particularly at peak hours," ujar Anthropic kepada Fortune.
Untuk mengatasi kendala kapasitas tersebut, perusahaan sedang melakukan langkah ekspansi masif secara bertanggung jawab.
"Compute is a constraint across the entire industry, and we are scaling our compute rapidly and responsibly — including through a recently announced expansion of our partnership with Amazon and Google, which will bring significant new capacity online in the coming months," kata Anthropic.
Meskipun perbaikan massal telah diterapkan, penanganan model Claude Opus 4.8 dan Haiku 4.5 membutuhkan waktu penyelesaian lebih lama.
Tingkat error sempat menyentuh angka 10 persen pada kedua model tersebut.
>>> BI Naikkan Rasio Pendanaan Luar Negeri Perbankan Jadi 40 Persen
Berdasarkan laporan IBTimes AU, kegagalan akses ini berdampak langsung pada produktivitas para profesional, pengembang perangkat lunak, dan pelaku bisnis global yang mengintegrasikan Claude ke dalam alur kerja harian mereka.
Update Terbaru
Portugal Ditahan RD Kongo, Ronaldo: Bukan Awal yang Kami Inginkan
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
Mendagri: 97 Persen Huntara Pascabencana Sumatera Sudah Terbangun
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
Ukraina Serang Kilang Minyak Moskow dengan Ratusan Drone
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
Polisi Ringkus Pencuri Perhiasan Bermodus Ritual Buka Aura di Jakbar
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Kebijakan Kendaraan Listrik
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
Samsung Galaxy A57 Resmi Meluncur, Bodi Tipis 6,9 mm dan Bobot 179 Gram
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED 1,46 Inci dan Baterai 35 Hari
Kamis / 18-06-2026, 16:21 WIB
LG Luncurkan Kulkas French Door 2026 di India, Harga Mulai Rp 22 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kasus dr Ratna Dinilai Berpotensi Jadi Preseden Pelayanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Kasus Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PLN Lakukan Pemadaman Listrik Terbatas di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 80 Dolar AS, BBM di Indonesia Belum Ikut Turun
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB






