Aparat keamanan Meksiko menjatuhkan sebuah drone tak terdaftar yang terbang di atas markas latihan Timnas Korea Selatan di Guadalajara pada Selasa (16/6/2026).

Insiden tersebut memicu kekhawatiran adanya pemantauan ilegal terhadap sesi latihan tim asuhan Hong Myung-bo menjelang laga krusial Grup A Piala Dunia 2026 melawan Meksiko.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 18 Juni 2026

Intervensi langsung oleh otoritas setempat dilakukan sebagai bagian dari komitmen pengamanan super ketat sepanjang turnamen berlangsung.

Pengetatan keamanan di berbagai kota tuan rumah melibatkan ribuan personel dan integrasi teknologi pemantauan mutakhir.

Pelatih kepala Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengonfirmasi bahwa aktivitas timnya tidak terganggu secara signifikan oleh kemunculan perangkat terbang tersebut.

Namun, ia menyayangkan gangguan keamanan yang terjadi di tengah persiapan strategis skuadnya.

"Itu tidak terlalu berdampak kepada kami.

>>> Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan, Diikuti 10.200 Pelari

Tetapi kami sedang mempersiapkan pertandingan dan itu merupakan momen yang sangat penting, jadi apa yang terjadi tentu disayangkan," kata Hong Myung-bo.

Pertandingan mendatang antara Korea Selatan melawan Meksiko diproyeksikan menjadi laga penentu juara Grup A setelah kedua tim sukses mengamankan kemenangan pada laga perdana mereka.

Di sisi lain, internal tim Taegeuk Warriors juga menghadapi tantangan komunikasi akibat memanasnya hubungan para pemain dengan media domestik.

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Son Heung-min dan rekan-rekannya mulai membatasi interaksi di luar agenda wajib FIFA, termasuk membatalkan beberapa sesi wawancara terjadwal.

>>> Husbands in Action Tayang 19 Juni 2026, Simak Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Kendati demikian, fokus seluruh anggota tim tetap sepenuhnya terarah untuk mengamankan poin penuh demi memuluskan langkah menuju fase gugur.