CEO Apple Tim Cook memberikan isyarat bahwa harga produk-produk Apple berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini dipicu oleh melonjaknya biaya komponen memori yang membebani industri teknologi global.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Tim Cook mengatakan kenaikan harga menjadi hal yang sulit dihindari. Ia menyebut situasi saat ini sudah tidak lagi berkelanjutan.

>>> Transaksi Pembayaran Digital Tembus 5,22 Miliar pada Mei 2026

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari.

Kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami dan selama ini berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan," kata Tim.

Meski demikian, Tim Cook tidak menjelaskan besaran maupun waktu pasti penyesuaian harga tersebut.

Pernyataan itu muncul beberapa bulan menjelang peluncuran seri iPhone 18 yang diperkirakan akan diperkenalkan pada tahun ini.

Pernyataan Tim memunculkan spekulasi bahwa generasi terbaru iPhone tersebut kemungkinan akan dibanderol dengan harga lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.

Selain iPhone, kenaikan harga juga berpotensi memengaruhi produk Apple lainnya, termasuk lini laptop Mac dan tablet iPad yang akan dirilis dalam waktu dekat.

>>> Dosen IPB University Jelaskan Alasan Ilmiah Tubuh Merinding

Keterbatasan Pasokan Komponen Memori

Tim Cook menjelaskan industri teknologi saat ini menghadapi keterbatasan pasokan komponen memori di tengah meningkatnya permintaan perangkat elektronik dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

"Pasokan semakin terbatas ketika konsumen tetap menginginkan perangkat baru, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar.

Kami membutuhkan harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itu inti persoalannya," ujarnya.

Cook bahkan menyebut situasi saat ini sebagai kondisi yang belum pernah ia saksikan selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi.

"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini di sektor mana pun selama lebih dari 40 tahun," katanya.

Apple bukan satu-satunya perusahaan yang terdampak lonjakan harga memori.

>>> Kanada dan Qatar Berburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Samsung, HP, Microsoft, Nintendo, dan Valve juga telah menyampaikan kekhawatiran kenaikan biaya komponen serta tingginya permintaan yang dipicu perkembangan teknologi AI.