Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberikan dampak signifikan terhadap sektor otomotif nasional.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu tekanan kurs membuat harga oli, suku cadang, serta berbagai kebutuhan perawatan kendaraan mengalami peningkatan di sejumlah daerah.

>>> Pertamina Gandeng Subholding Downstream Pamerkan Produk UMKM di JKF 2026

Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha bengkel yang menghadapi kenaikan biaya operasional sekaligus penurunan daya beli pelanggan.

Banyak pemilik kendaraan memilih menunda servis rutin dan pergantian oli demi menghemat pengeluaran serta menjaga stabilitas kebutuhan rumah tangga.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 18 Juni 2026, Berangkat dari Pagi hingga Malam

Para pelaku bengkel khawatir tren penundaan perawatan kendaraan ini dapat berdampak pada meningkatnya risiko kerusakan kendaraan di kemudian hari.

>>> Presiden Prabowo Panggil Direksi Bank BUMN ke Istana

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta menekan kenaikan harga kebutuhan pokok agar beban ekonomi tidak semakin berat.