Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong perluasan promosi budaya Kabupaten Trenggalek di forum pariwisata internasional di Korea Selatan.

Menurutnya, partisipasi ini dapat memperkuat dampak ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

>>> Uni Eropa Siapkan Strategi Dagang Baru Hadapi Defisit dengan China

"Ini adalah kesempatan emas bagi Trenggalek dan kawasan Mataraman untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa," kata Novita di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan bahwa Turonggo Yakso bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat.

Novita menilai promosi budaya harus memberikan manfaat ekonomi nyata. "Budaya tidak boleh hanya menjadi tontonan.

Budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan pariwisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan Trenggalek dalam agenda internasional merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia. "Kita ingin dunia mengenal Indonesia melalui karya, tradisi, dan kearifan lokal yang kita miliki," katanya.

>>> Bapenda Papua Beri Insentif 30 Persen untuk Kendaraan Pelat Luar

Jadwal Tampil di Korea Selatan

Kabupaten Trenggalek dijadwalkan tampil dalam ajang pariwisata internasional di Korea Selatan pada September hingga Oktober 2026. Kegiatan itu akan diikuti delegasi dari lebih dari 200 negara.

Dalam forum tersebut, Trenggalek menjadi bagian dari delegasi budaya Indonesia dengan menampilkan kesenian khas Mataraman, seperti Turonggo Yakso dan unsur budaya Ponorogo.

Delegasi Trenggalek juga akan tampil sebagai tarian pembuka.

Novita berharap partisipasi ini memperkuat posisi Trenggalek sebagai destinasi wisata budaya.

>>> Kementan Sediakan Konsultasi Ahli untuk Petani di PENAS XVII Gorontalo

Ia juga berharap dapat membuka peluang kerja sama internasional serta meningkatkan daya tarik wisata yang berdampak pada pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat setempat.