Persiapan Timnas Korea Selatan menuju Piala Dunia 2026 diwarnai insiden tak terduga. Sebuah drone yang diduga mengintai sesi latihan tertutup mereka ditembak jatuh di Guadalajara, Meksiko.

Drone tersebut muncul pada Selasa waktu setempat saat para pemain Taeguk Warriors melakukan pemanasan. Kehadirannya pertama kali disadari oleh pemain dan staf pelatih.

>>> Daftar Acara Trans TV Jumat, 19 Juni 2026 Ambyar Ada Film Bioskop Speed Racer dan Unsane, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi + Link

Pihak timnas segera melapor kepada petugas keamanan di kompleks olahraga. Otoritas setempat kemudian meminta bantuan Garda Nasional Meksiko untuk menangani ancaman tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas menembak jatuh drone yang melayang di atas lapangan. Perangkat itu jatuh di luar batas lapangan dan diamankan sebagai barang bukti.

Namun, dua pria yang diduga operator drone sempat mengambil perangkat tersebut sebelum melarikan diri. Kamera pengawas merekam identitas mereka, tetapi keberadaan keduanya belum diketahui.

KFA Boikot Aktivitas Media

Kepolisian Meksiko mengamankan foto dan video yang memperlihatkan terduga pelaku. Namun, aparat enggan mempublikasikan materi tersebut atau mengonfirmasi tujuan penggunaan drone.

Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait spionase.

Timnas Korea Selatan juga diperkirakan tidak akan memberi keterangan kepada media dalam waktu dekat karena aksi boikot.

>>> Pertamina EP Papua Field Catat Produksi 623 BOPD dari Sumur SLW-F2X

Boikot ini dipicu oleh komentar sejumlah wartawan yang mengejek kewajiban militer kapten tim, Son Heung-min.

Pernyataan Resmi Federasi

Melalui rilis resmi, KFA menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap tidak terpuji beberapa oknum jurnalis di Guadalajara.

"Federasi menyampaikan penyesalan atas pernyataan tidak pantas yang disampaikan personel media selama sesi latihan," demikian pernyataan tersebut.

"Dengan tanggung jawab sebagai wakil Korea Selatan di Piala Dunia, para Taeguk Warriors berupaya memberikan yang terbaik untuk membalas dukungan masyarakat.

Namun, bocornya percakapan tidak pantas dari sejumlah pihak media menimbulkan keterkejutan dan kekecewaan besar di dalam tim."

KFA meminta pertimbangan yang lebih bijaksana serta sikap bertanggung jawab terhadap tim nasional dan pemain.

>>> Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025

"Ke depan, kami akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap skuad dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi aktivitas media."