Peruri memperkenalkan teknologi Peruri RFID Blockchain untuk menjamin transparansi, ketertelusuran, dan keaslian produk ekspor pelaku industri kreatif di Yogyakarta.

CEO PUNDI Group dan INA Trading Amiranto Adi Wibowo mengatakan kebutuhan akan identitas digital produk semakin penting karena pembeli internasional kini menuntut kepastian mengenai asal-usul produk serta keaslian dokumen ekspor.

>>> Sidang Perdana Kasus Korupsi Eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan

"Digital Product Passport wajib dimiliki oleh pelaku usaha karena pembeli membutuhkan kepastian asal usul produk dan keaslian dokumen ekspor," kata Amiranto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Teknologi tersebut diperkenalkan pada Seminar & Kurasi Jaminan Ke-ASLI-an Produk Yogyakarta dengan PERURI RFID Blockchain & Kurasi yang turut dihadiri oleh Direktur Keuangan & Manajemen Resiko PERURI Fajar Rizki dan Ketua YAPETRI Syahril.

Menurutnya, Yogyakarta memiliki pelaku industri kreatif yang diakui dunia, mulai dari mebel, home decor, hingga produk berbasis batik yang dihasilkan oleh perajin dan koperasi di berbagai daerah.

Namun di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi, keberlanjutan, dan ketertelusuran produk, pelaku usaha Yogyakarta menghadapi tantangan baru yang tidak lagi hanya terkait kualitas produk, tetapi juga kemampuan membuktikan asal-usul dan keaslian produk secara digital.

Teknologi Peruri RFID Blockchain merupakan hasil kolaborasi Peruri Smart Card, PERURI Digital Security, dan PUNDI.

Solusi tersebut memungkinkan setiap produk memiliki identitas digital unik, jaminan keaslian, serta Digital Product Passport yang dapat diverifikasi secara global.

Melalui platform INA Trading, pelaku usaha juga dapat mencatat jejak karbon yang dihasilkan selama proses produksi.

>>> KAI Tutup 144 dari 172 Titik Prioritas Perlintasan, 88% Kecelakaan Akibat Menerobos