Data tersebut mencakup emisi dari transportasi, konsumsi energi, hingga proses manufaktur sehingga pembeli dapat mengetahui dampak lingkungan dari produk yang dibeli.

CEO Peruri Smart Card Muchrizal menjelaskan teknologi RFID yang ditempelkan pada produk berfungsi sebagai identitas digital yang menyimpan rekam jejak produk dari hulu hingga hilir.

"Melalui teknologi ini, sebuah produk kerajinan bambu dari Yogyakarta, dapat memiliki rekam jejak digital lengkap sejak tahap budidaya bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap diekspor," katanya.

Ketika produk diterima konsumen, RFID yang tertanam pada produk dapat dipindai untuk menampilkan berbagai informasi, seperti asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material yang digunakan, jejak karbon, sertifikasi, hingga status keaslian produk yang telah diverifikasi melalui teknologi blockchain.

Sementara itu, Peruri Digital Security menyediakan teknologi tanda tangan digital, smart contract, serta sistem keamanan digital untuk menjaga integritas data produk.

Adapun PUNDI menyediakan infrastruktur blockchain dan platform digital yang memungkinkan seluruh perjalanan produk tercatat secara transparan dan sulit dimanipulasi.

>>> Menteri LH Bangun Sekat Kanal di Kuala Kampar untuk Cegah Karhutla

Penggunaan teknologi tersebut dinilai semakin relevan seiring berkembangnya berbagai regulasi internasional terkait Digital Product Passport, ketertelusuran rantai pasok, pelaporan keberlanjutan, ESG (environmental, social, and governance), ekonomi sirkular, serta transparansi perdagangan di sejumlah negara dan kawasan seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.