Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat membangun sekat kanal di Desa Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

>>> Panselnas Hapus Denda Rp100 Juta bagi Peserta Koperasi Merah Putih

"Pembangunan sekat kanal ini menunjukkan gerakan bersama untuk menggenangi air dan membuat bendungan, itu bagian agar karhutla dapat ditangani," kata Menteri LH Jumhur Hidayat di Pelalawan, Kamis.

Jumhur menegaskan bahwa Indonesia memiliki lahan gambut yang rentan terbakar jika terus terpapar sinar matahari.

"Bencana lahan terbakar pada dasarnya bencana alami, tetapi kita terus memastikan ada air yang menggenangi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri LH juga menanam pohon di sekitar aliran kanal sebagai bagian dari pertobatan ekologis.

"Menanam pohon menjadi bagian dari pertobatan ekologis untuk menjaga dan melestarikan lingkungan agar warga bisa hidup berdampingan," paparnya.

>>> Rasio Klaim Asuransi YOII Naik Jadi 26,59 Persen per Mei 2026

Kunjungan Menteri LH didampingi Bupati Pelalawan Zukri Misran, Kapolda Riau Herry Heryawan, perwakilan Pemprov Riau, dan BNPB.

Upaya kolaboratif diperlukan untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari karhutla dan kekeringan.

Penerapan tata kelola air di daerah gambut menjadi perhatian pemerintah untuk mencegah karhutla sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Bupati Pelalawan Zukri Misran menekankan pentingnya kontribusi warga dalam mengatasi karhutla melalui pembangunan sekat kanal.

>>> Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas Turun 18 Juni 2026

"Kita tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah, mari bekerja sama menjaga sekat kanal ini untuk kesejahteraan bersama," tuturnya.