PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Papua Field mencatat uji produksi Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X sebesar 623 barel minyak per hari (BOPD).

Sumur tersebut berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

>>> Lebih dari 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Oktober 2025

General Manager Zona 14 Indarwan Harsoni menyatakan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim dan dukungan para pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Sumur SLW-F2X mulai ditajak pada 10 April 2026 menggunakan Rig PDSI Nomor 11.2/N80B-M. Proses pengeboran berlangsung selama 54 hari hingga berhasil diselesaikan.

Pada 11 Juni 2026, sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi awal sebesar 623 BOPD dengan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).

Indarwan mengapresiasi pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran operasional. Menurutnya, sinergi dan hubungan harmonis menjadi faktor penting dalam pengembangan lapangan migas di Papua.

>>> Pengamat: Inpres Irigasi Kunci Jaga Ketahanan Pangan Hadapi El Nino

Manajer Papua Field Ardi menambahkan bahwa keberhasilan Sumur SLW-F2X menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan potensi produksi migas di Indonesia Timur.

Capaian ini melanjutkan tren positif dari program pengeboran sebelumnya melalui Sumur SLW-C4X.

Ardi menyatakan tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan berkontribusi nyata terhadap peningkatan produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia.

Aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah Papua.

>>> Indonesia Raih Komitmen Pendanaan Rp303 Triliun dari AIIB

“Dengan potensi yang masih tersedia, kami optimistis kinerja produksi Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan di masa mendatang,” ujar Ardi.