Indonesia resmi menjadi anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk periode 2026–2030. Kementerian Luar Negeri RI mengumumkan hal ini setelah Indonesia memenangkan pemungutan suara di Paris.

Pemilihan berlangsung dalam Sidang Majelis Umum ke-11 Negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO. Indonesia mewakili Grup IV Asia-Pasifik bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja dari enam kandidat yang ada.

>>> Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI untuk Tata Kelola Kota

Komitmen Indonesia di Komite Warisan Budaya Takbenda

Duta Besar RI untuk Prancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyebut kemenangan ini sebagai amanah besar.

Ia menegaskan Indonesia akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Indonesia berkomitmen mengawal kebijakan global pelindungan budaya selama periode keanggotaan. Selain itu, Indonesia akan memperkuat implementasi Konvensi 2003 dan meningkatkan kapasitas komunitas lokal.

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, mengatakan posisi ini akan dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang.

Fokus utamanya adalah pelestarian warisan budaya.

>>> Peruri Hadirkan Teknologi RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Produk Industri Kreatif

Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO terdiri dari 24 negara dari total 185 negara pihak Konvensi 2003. Badan ini mengatur pelindungan warisan budaya tak benda global.

Tugas komite meliputi evaluasi dan penetapan unsur budaya ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Komite juga menyusun pedoman kebijakan pelestarian budaya di tingkat internasional.

Melalui keanggotaan ini, Indonesia berkomitmen menjaga warisan budaya agar tetap hidup. Warisan budaya diharapkan berkontribusi sebagai pilar solidaritas, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan global.

Kemlu RI menyebut keberhasilan ini merupakan hasil diplomasi intensif oleh Delegasi Indonesia di Paris, Jakarta, dan berbagai perwakilan lain.

Dukungan dari sejumlah negara sahabat turut mendorong kemenangan ini.

>>> Sidang Perdana Kasus Korupsi Eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan

Kepercayaan internasional ini mencerminkan pengakuan atas komitmen Indonesia dalam melestarikan budaya secara berkelanjutan di tingkat global.