Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (AI) dalam tata kelola kota.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

>>> Peruri Hadirkan Teknologi RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Produk Industri Kreatif

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Pramono, daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik.

Kota juga harus mampu menyiapkan talenta, mendorong inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan publik serta efektivitas kebijakan.

Pramono menambahkan bahwa posisi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71.

Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target peringkat ke-20 kota global pada 2045.

Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global.

Inisiatif tersebut menjadi acuan agar program pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing Jakarta berjalan lebih terarah.

Pramono menyebut inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global.

Penerapan Teknologi dan AI Secara Bertahap

Pramono memaparkan bahwa penerapan teknologi dilakukan secara bertahap pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

>>> Sidang Perdana Kasus Korupsi Eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan