Kementerian Pertanian (Kementan) membuka ruang konsultasi bagi petani selama Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo.

Setiap area pameran dan demonstrasi teknologi akan dijaga oleh tenaga ahli yang siap mendampingi peserta.

>>> Invest Selangor Bawa 150 Delegasi ke Bandung untuk Forum Bisnis ASEAN

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan Tedy Dirhamsyah mengatakan setiap petak percontohan yang menampilkan komoditas pertanian maupun perikanan akan didampingi oleh para ahli dan praktisi.

"Setiap stan, setiap petak, kami pastikan ada para ahlinya yang menunggu. Betul-betul mereka ahli dan praktik di dalam teknologi-teknologi tersebut," ujarnya di Gorontalo, Kamis.

PENAS XVII diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada 20-25 Juni 2026.

Para ahli akan mendampingi peserta dan pengunjung yang ingin mempelajari teknologi budidaya atau mendapatkan penjelasan teknis terkait pengelolaan usaha tani.

Layanan konsultasi berlangsung sejak pagi hingga sore selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para ahli.

>>> Program MBG Dinilai Penting untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Selain konsultasi teknis, petani juga dapat memperoleh informasi mengenai program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan usaha tani, termasuk bantuan benih.

"Kalau petani yang sudah ada dalam sistem itu bisa mengajukan bantuan. Ada bantuan-bantuan benih gratis kepada para petani di seluruh Indonesia," kata Tedy.

Pemerintah juga memiliki balai di berbagai provinsi yang dapat mendampingi petani setelah kegiatan PENAS selesai.

Tedy menambahkan penyuluh pertanian berperan penting sebagai penghubung antara teknologi yang dihasilkan peneliti dan kebutuhan petani di lapangan.

>>> Kaum Muda Dunia Berkumpul di China, Jajaki Solusi Berbasis AI

Melalui layanan konsultasi ini, Kementan berharap teknologi dan inovasi yang dikembangkan dapat lebih mudah diterapkan petani. Hal ini diharapkan mendukung peningkatan produksi dan keberlanjutan program swasembada pangan.