Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sangat penting dan dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah terpencil.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyongsong visi Generasi Emas Indonesia 2045.

>>> Kaum Muda Dunia Berkumpul di China, Jajaki Solusi Berbasis AI

Ketua Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan Fakhri Ikbar mengatakan, "Presiden Prabowo itu memberikan makan untuk anak-anak Indonesia. Kalaupun ada yang salah, bukan salah programnya.

Ya, kita sama-sama benahi, perbaiki sistemnya."

Ia menambahkan bahwa masyarakat di daerah-daerah, terutama pulau-pulau terpencil, sangat membutuhkan MBG.

Fakhri menekankan bahwa program MBG merupakan bentuk investasi penting bagi masa depan bangsa agar anak-anak Indonesia memiliki daya saing global.

Menurutnya, program ini berfokus langsung pada pemenuhan hak rakyat kecil.

"Pertamax itu untuk orang kaya, MBG itu untuk rakyat Indonesia, khususnya untuk anak-anak Indonesia, dan sekali lagi, kami masyarakat Indonesia, pemuda-pemudi di daerah, kami tetap mendukung program Presiden Prabowo, khususnya MBG ini," ujar Fakhri.

>>> Industri Kosmetik Indonesia Tumbuh 6,3 Persen per Tahun, Nilai Pasar Capai Rp110 Triliun

Pengawasan Bersama Diperlukan

Terkait dinamika pelaksanaan program di lapangan, Fakhri menilai perlunya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Ia mencontohkan kaum ibu atau 'emak-emak' dapat dilibatkan langsung untuk memantau kualitas sajian di setiap dapur umum penyuplai.

"Pengawasan MBG ini bisa diawasi oleh setiap masyarakat, contoh bisa diawasi emak-emak, ya, di setiap dapur, itu wajib hukumnya, kita warga masyarakat mengetahui bagaimana kondisi dapur-dapur.

Jadi, dapur-dapur yang kurang kompeten kita awasi bersama," tutur Fakhri.

Selain mengawal program MBG, aliansi tersebut juga menyatakan dukungan penuh terhadap agenda strategis pemerintah lainnya, seperti pemberantasan korupsi dan keberlanjutan program hilirisasi.

Aksi damai yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6/2026) dihadiri 10.000 perwakilan dari wilayah Jabodetabek dan berbagai daerah.

>>> BI Perluas Pendanaan Luar Negeri Perbankan untuk Dorong Kredit

Mereka terdiri dari elemen pemuda, emak-emak, hingga para pekerja yang terlibat dalam ekosistem program MBG.