P2G: Program Makan Bergizi Gratis Ganggu Jam Belajar dan Turunkan Kesejahteraan Guru
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti dampak negatif program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap kesejahteraan guru dan proses belajar mengajar.
Hal ini disampaikan dalam sidang uji materi Undang-Undang APBN Tahun 2026 di Mahkamah Konstitusi pada Rabu (17/6).
>>> NVIDIA Rilis XR AI Public Beta untuk Perangkat AR dan XR
Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, hadir sebagai saksi pemohon untuk perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026.
Perkara ini menguji skema ASN PPPK Paruh Waktu serta penguatan program MBG lewat anggaran negara.
Iman mengungkapkan bahwa harapan peningkatan kesejahteraan guru honorer yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu tidak terwujud.
"Temuan kami adalah bahwa gajinya lebih rendah daripada guru-guru honorer," katanya di hadapan majelis hakim.
Ia memaparkan sejumlah kasus penurunan kesejahteraan guru di daerah.
Contohnya, pemutusan kontrak 39 guru PPPK di Kabupaten Tuban, serta guru PPPK Paruh Waktu di Cianjur, Lombok Timur, Langkat, dan Blitar yang menerima gaji Rp500 ribu per bulan.
Bahkan ada yang hanya menerima Rp50 ribu di Sumedang.
Beban Kerja Guru Bertambah Akibat Distribusi Makanan
Survei P2G terhadap 239 guru menunjukkan mayoritas responden mengeluhkan bertambahnya beban kerja.
>>> Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada Juli 2026, Target Hentikan Impor Solar C48
Keluhan lain meliputi pemotongan tunjangan, keterlambatan hak finansial, penyusutan fasilitas pendidikan, hingga hilangnya kepastian karier menjadi PPPK penuh waktu.
"Ketidakpastian karier guru, kesejahteraan menurun, pemotongan tunjangan, anggaran pendidikan berkurang, beban kerja meningkat, ketimpangan kebijakan, dan dampak psikologis menjadi tema utama yang disampaikan guru-guru kepada kami," ujar Iman.
Distribusi makanan yang berlangsung pada jam pelajaran memaksa guru terlibat langsung mengurus logistik. Mulai dari menghitung paket hingga memastikan pengembalian wadah.
Update Terbaru
Adu Spesifikasi Redmi Turbo 5 dan OnePlus Nord 6: Baterai Besar vs Pengisian Cepat
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Himbara Bahas Arah Ekonomi
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
Inklusi Keuangan Indonesia Capai 90 Persen, Literasi Masih Tertinggal
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
SPMB 2026 Resmi Gantikan PPDB, Ini Syarat dan Jalur Pendaftaran SMP Negeri
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Sulawesi Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Magnitudo 6,7
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Tokoh Lintas Sektor Bahas Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 18 Juni 2026 dari Stasiun Palur ke Tugu
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
PLN Copot Kabel di Jalan Lauser Jaksel Imbas Kecelakaan Siswi SMAN 6
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Kisah Sukses Darwin Chandra: dari Kios Kecil Jadi 5 Titik BRILink Agen di Jayapura
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Toy Story 5 Siap Tayang Juni 2026, Hadapi Era Gawai
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank DBS Indonesia Fokus Garap Segmen Nasabah Affluent Lewat Wealth Management
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank Indonesia: Rupiah Menguat 0,76% pada Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Threads, Instagram, dan TikTok Hadirkan Fitur Kontrol Rekomendasi AI
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Penyebab Listrik Rumah Mati Padahal Tetangga Menyala dan Cara Mengatasinya
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB






