Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Badan Gizi Nasional di Bogor
Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyegel gudang sepeda motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Langkah ini diambil untuk mengusut kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.
>>> Lonjakan Pengguna Lumpuhkan Claude AI, Infrastruktur Tak Mampu Menampung
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penyegelan dilakukan untuk memverifikasi jumlah unit kendaraan yang ada di lokasi.
Otoritas hukum menduga masih ada fasilitas penyimpanan serupa di wilayah lain yang akan ditindak secara bertahap.
Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang tersangka, termasuk Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono selaku penyedia barang.
Modus operandi meliputi penggelembungan harga pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai Rp 1,035 triliun serta penunjukan vendor yang tidak memenuhi syarat.
Penyimpangan juga ditemukan pada pengadaan 32 ribu pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi yang tidak sesuai ketentuan.
>>> Dewan Perencana Sidney Setujui Pusat Distribusi Amazon di Maine
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih menghentikan sementara penyelidikan paralel yang sempat dilakukan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan pihaknya menyerahkan penanganan perkara kepada Kejaksaan Agung yang sudah masuk tahap penyidikan dan upaya paksa.
KPK menilai transparansi penegakan hukum yang ditunjukkan Kejaksaan Agung sudah berjalan baik dan terbuka kepada publik.
Di tengah proses hukum, Pemerintah Pusat melalui Badan Komunikasi Pemerintah mengumumkan langkah efisiensi anggaran program MBG untuk menghemat APBN hingga Rp 1 triliun per bulan.
Evaluasi berkala akan menyasar penataan ulang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pemangkasan target penerima dari kelompok siswa mandiri.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Pemerintah kini fokus mengarahkan sasaran program kepada kelompok paling rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di kawasan terpencil.
Update Terbaru
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Kebijakan Kendaraan Listrik
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
Samsung Galaxy A57 Resmi Meluncur, Bodi Tipis 6,9 mm dan Bobot 179 Gram
Kamis / 18-06-2026, 16:24 WIB
HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED 1,46 Inci dan Baterai 35 Hari
Kamis / 18-06-2026, 16:21 WIB
LG Luncurkan Kulkas French Door 2026 di India, Harga Mulai Rp 22 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kasus dr Ratna Dinilai Berpotensi Jadi Preseden Pelayanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Kasus Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PLN Lakukan Pemadaman Listrik Terbatas di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 80 Dolar AS, BBM di Indonesia Belum Ikut Turun
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB
IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.172 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Naikkan Harga TBS Petani
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB






