Rutinitas padat dan tuntutan pekerjaan sering membuat pikiran terus siaga, meski tubuh sudah beristirahat.

Prakriti Poddar, Kepala Global Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Roundglass Living, mengatakan kelelahan mental bisa memengaruhi emosi, kemampuan berpikir, hingga kesehatan fisik.

>>> Synology Luncurkan DSM 7.4 dengan Fitur AI dan Efisiensi Penyimpanan

Berikut lima tanda nyata bahwa tubuh dan pikiran Anda membutuhkan istirahat mental sesungguhnya.

Tanda-tanda Kelelahan Mental

Bangun tidur tetapi tetap merasa lelah. Meski sudah tidur cukup, pikiran tidak otomatis berhenti bekerja dan terus memproses hal-hal sebelum tidur sepanjang malam.

Hal-hal kecil terasa lebih berat. Tugas sehari-hari yang biasanya mudah justru menguras emosi, membuat Anda mudah tersinggung, tidak sabar, atau merasa kewalahan.

Sulit fokus dan mengalami brain fog.

Konsentrasi menurun, mudah lupa, pikiran kacau, dan kurang fokus akibat otak terus menerima rangsangan dari multitasking hingga kebisingan digital.

>>> Meksiko Rombak Lini Pertahanan Jelang Hadapi Korea Selatan

Stres mulai terasa pada tubuh.

Stres berkepanjangan memunculkan gejala fisik seperti sakit kepala, ketegangan otot, gangguan pencernaan, dan pernapasan dangkal yang menandakan sistem saraf dalam kondisi siaga tinggi.

Kehilangan rasa bahagia. Anda kehilangan rasa gembira, antusiasme, kreativitas, atau keterikatan emosional terhadap hal-hal dan orang-orang yang sebelumnya disukai.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa istirahat tidak selalu berarti tidur lebih lama.

>>> Polda Metro Jaya Periksa Davina Karamoy Terkait Kasus Hanania Travel

Terkadang tubuh dan pikiran hanya butuh jeda sejenak untuk memulihkan diri, memperlambat ritme hidup, dan kembali terhubung dengan hal-hal yang memberi makna serta kebahagiaan.