Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan bahwa keputusan-keputusan krusial dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO tidak dapat diambil tanpa partisipasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Agenda yang akan dibahas sangat penting dan tidak mungkin keputusan mengenai isu-isu tersebut dapat diambil dalam pertemuan tanpa partisipasi presiden Amerika Serikat," kata Fidan dalam wawancara dengan harian Turkiye yang terbit pada Kamis.

>>> Menko PMK: Kawal Anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera

Fidan mengungkapkan bahwa persiapan KTT NATO yang akan berlangsung di Ankara pada 7-8 Juli 2026 terus dilakukan secara intensif.

Salah satu topik utama yang akan dibahas adalah perbedaan pendekatan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropa terkait sejumlah isu di aliansi tersebut.

Menurut Fidan, banyak negara Eropa menilai penyelenggaraan KTT NATO di Turkiye serta keterlibatan langsung Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menjadi faktor penting yang mendorong Trump untuk menghadiri konferensi tersebut.

"Banyak negara Eropa menyatakan bahwa penyelenggaraan pertemuan di Turkiye di bawah kepemimpinan presiden kami yang terhormat merupakan faktor utama yang memungkinkan Presiden Trump berpartisipasi dalam KTT ini," ujarnya.

>>> Chae Won-bin Dikonfirmasi Bintangi Moving Musim Kedua

Fidan menambahkan bahwa KTT NATO membuka peluang diplomatik yang signifikan bagi Turkiye di tengah pembahasan mengenai keamanan dan masa depan aliansi tersebut.

Pemerintah Turkiye sebelumnya telah mengumumkan hari libur administratif bagi sebagian aparatur sipil negara serta melarang penyelenggaraan kegiatan massa menjelang KTT NATO.

Pertemuan tingkat tinggi itu akan dihadiri para kepala negara dan kepala pemerintahan dari 32 negara anggota NATO serta negara-negara mitra.

>>> Republik Ceko vs Afrika Selatan: Perebutan Poin Perdana di Piala Dunia 2026

Hingga saat ini, otoritas Turkiye masih membuka kemungkinan Trump hadir dalam KTT tersebut.