Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambles lebih dari 1 persen pada penutupan sesi pertama perdagangan, Selasa (18/2).

Pelemahan ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

>>> Indonesia Dorong Integrasi Ekonomi ASEAN-Rusia di KTT Kazan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 65,82 poin atau 1,06 persen ke level 6.154,92.

Sebanyak 417 saham tercatat melemah, sementara 226 saham menguat dan 158 saham stagnan.

Nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp 10,08 triliun dengan volume perdagangan 14,93 miliar saham dan frekuensi 1,08 juta kali transaksi.

Sektor Infrastruktur dan Keuangan Tertekan

Sektor infrastruktur menjadi pemberat utama IHSG setelah merosot 2,03 persen. Sektor keuangan menyusul turun 1,46 persen, dan sektor kesehatan terkoreksi 1,41 persen.

Di kelompok saham LQ45, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar dengan anjlok 7,77 persen ke Rp 2.730.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 4,72 persen ke Rp 1.515, dan PT Indosat Tbk (ISAT) terkoreksi 3,77 persen ke Rp 1.785.

Namun, beberapa saham mampu menguat dan menahan kejatuhan lebih dalam.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 5,86 persen ke Rp 2.890, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 3,91 persen ke Rp 372, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bertambah 2,20 persen ke Rp 5.100.

>>> BNPB: Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Magnitudo 6,7

Nilai transaksi terbesar dibukukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 650,66 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 631,77 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 524,55 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 417,31 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 403,43 miliar.