IHSG Ambles 1,06% di Sesi I, Pasar Tunggu Pengumuman BI Rate
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,06% ke posisi 6.154,92 pada perdagangan sesi I, Kamis (18/6/2026).
Sepanjang sesi, IHSG bergerak volatil di rentang 6.197,17 hingga level terendah 6.073,72.
>>> INDEF Dorong Industri PLTS Serap Mineral Kritis Domestik
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp10,07 triliun dari 14,92 miliar saham yang diperdagangkan, dengan frekuensi 1,07 juta kali.
Sebanyak 226 saham menguat, 417 saham melemah, dan 158 saham stagnan.
Sektor infrastruktur, keuangan, dan kesehatan menjadi penekan utama IHSG, masing-masing turun 2,03%, 1,46%, dan 1,41%.
Saham Pemberat IHSG
Pelemahan IHSG didorong oleh koreksi sejumlah saham besar. Berikut 10 saham dengan tekanan terbesar berdasarkan data Bloomberg:
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemberat utama dengan beban 24,14 poin, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 15,76 poin.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan indeks 9,41 poin, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 7,86 poin, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) 4,05 poin.
>>> 5 Aspek Penting Performa Gaming HP Flagship Samsung Galaxy S26
Selanjutnya, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) membebani 3,16 poin, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 2,27 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 2,26 poin, PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) 1,62 poin, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) 1,29 poin.
Pasar Menanti Keputusan BI Rate
Perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan siang ini.
Konsensus Bloomberg menunjukkan 25 dari 40 ekonom memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,75%.
Dua ekonom bahkan memprediksi kenaikan 50 bps ke 6%, sementara 13 ekonom lainnya memperkirakan suku bunga tetap di 5,5%.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Hosianna Evalita Situmorang, memproyeksikan kenaikan moderat 25 bps menjadi 5,75% sejalan dengan tren pengetatan global.
>>> Polisi Tangkap 69 Orang Saat Eksekusi Lahan Hotel Sultan
Menurutnya, langkah ini seiring dengan momentum bank sentral dan pemerintah yang menawarkan imbal hasil menarik pada aset rupiah serta diskon 10% untuk swap hedging lindung nilai bagi investor asing.
Update Terbaru
Sony Pictures Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day, Tom Holland Kembali sebagai Peter Parker
Kamis / 18-06-2026, 14:41 WIB
Jeff Bezos: AI Justru Akan Buka Lebih Banyak Lowongan Kerja
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Vespa Gelar Festival Akbar Rayakan 80 Tahun di Roma
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
KSPSI Desak Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Saat Eksekusi
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Wamenperin Yakin Indonesia Unggul Ambil Peluang Ekonomi Industri Halal
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Republik Ceko Hadapi Afrika Selatan di Fase Grup Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
Artotel Group Luncurkan Program Staycation Psikologis untuk Lansia
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
KSPSI Minta Pemerintah Lindungi Pekerja Hotel Sultan Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 14:40 WIB
TNI AL Berangkatkan 100 Calon Awak Kapal Induk ke Italia pada 10 Juli
Kamis / 18-06-2026, 14:37 WIB
Poliban dan ULM Dorong Digitalisasi UMKM Berkat Guru Kapuh
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
KJRI Johor Fasilitasi Pemulangan Empat Nelayan WNI dari Malaysia
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
Swiss vs Bosnia: Ujian Tak Lebih Sulit dari Qatar bagi Granit Xhaxa cs
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
Chery Indonesia Luncurkan Super Hybrid, Biaya Harian Rp13 Ribu untuk 40 Km
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB
Jeff Bezos: AI Justru Akan Ciptakan Kekurangan Tenaga Kerja
Kamis / 18-06-2026, 14:36 WIB






