Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur, Andrea Abdul Rahman Azzqy, menilai peringatan 35 tahun hubungan ASEAN dan Rusia merupakan momen penting untuk memperluas kerja sama strategis Indonesia dengan Rusia.

"Kunjungan Menlu RI ke Rusia dalam rangka 35 tahun hubungan ASEAN–Rusia adalah momentum penting untuk memperluas kerja sama strategis," katanya kepada ANTARA, Kamis (18/6).

>>> BPS Kota Bandung Kerahkan 2.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Menurut Andrea, peluang terbesar kerja sama bagi Indonesia ada pada sektor energi, mulai dari LNG hingga teknologi nuklir sipil, serta perdagangan komoditas seperti CPO dan manufaktur.

Selain itu, kerja sama teknologi digital dan keamanan siber dengan Rusia dapat membantu Indonesia memperkuat fondasi transformasi ekonomi di era industri 4.0.

"Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi pintu masuk bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dan memperluas pasar ekspor," ujar Andrea.

Dari sisi geopolitik, keterlibatan aktif Indonesia dengan Rusia melalui ASEAN menegaskan prinsip bebas aktif sekaligus memperkuat sentralitas ASEAN.

Diversifikasi mitra strategis di luar AS dan China memberi ruang manuver lebih luas bagi Indonesia, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas kawasan.

>>> Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik hingga Bulan Depan

Andrea menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan.

Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus menjadi aktor yang ikut membentuk arsitektur keamanan dan ekonomi regional.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan ke Kazan, Rusia, untuk menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia pada 17-18 Juni 2026.

Pada KTT tersebut, Menlu RI hadir sebagai ketua delegasi mewakili Presiden RI Prabowo Subianto.

>>> Roberto Martinez Pertahankan Cristiano Ronaldo Saat Portugal Ditahan Imbang

Pertemuan ini diselenggarakan untuk memperingati sekaligus meninjau capaian kemitraan ASEAN-Rusia selama 35 tahun terakhir, serta menyepakati arah kerja sama ke depan yang relevan dalam menghadapi tantangan kawasan dan global.