Polandia dan Jerman resmi menandatangani perjanjian kerja sama militer baru pada Rabu (15/1) di Warsawa.

Perjanjian ini tidak mencakup jaminan keamanan timbal balik di luar komitmen NATO dan Uni Eropa.

>>> Gajah Mada dan Panglima Soedirman Diusulkan Jadi Nama Kapal Induk RI

Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz dan mitranya dari Jerman Boris Pistorius hadir dalam upacara penandatanganan. Dokumen ini menggantikan perjanjian kerangka kerja pertahanan yang telah berlaku selama 15 tahun.

"Kita tengah meletakkan fondasi lain untuk keamanan, dan tidak ada keamanan Eropa tanpa Polandia maupun tanpa Jerman. Perjanjian hari ini membuka ruang baru untuk kerja sama," kata Kosiniak-Kamysz.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Perjanjian baru ini mencakup kerja sama di bidang keamanan siber, komando gabungan di kawasan Baltik, serta teknologi baru termasuk ruang angkasa.

Kesepakatan juga membuka peluang lebih lanjut dalam mobilitas dan pengembangan infrastruktur militer.

>>> Pelindo Setor Kontribusi Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025

Berdasarkan kesepakatan, pasukan zeni angkatan bersenjata Jerman akan mendukung tentara Polandia dalam melindungi perbatasan timur negara itu. Hal ini diungkapkan oleh Kosiniak-Kamysz setelah penandatanganan.

Media Polandia melaporkan bahwa atas inisiatif Polandia, dokumen tersebut tidak memuat jaminan keamanan di luar komitmen yang ada berdasarkan NATO atau Uni Eropa.

Keputusan ini diambil Polandia meskipun Jerman siap menandatangani perjanjian yang lebih luas.

Kesepakatan ini memungkinkan pasukan teknik Jerman beroperasi di wilayah Polandia sebagai bagian dari operasi Perisai Timur.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun Lagi

Pada Desember 2025, Bild melaporkan misi tersebut akan melibatkan puluhan personel militer untuk membangun parit, memasang kawat berduri, dan membuat penghalang anti-tank.