Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia.

Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kerja sama bilateral, termasuk potensi memperkuat hubungan di sektor energi yang merupakan bidang strategis bagi kedua negara.

>>> Putin Tegaskan Rusia Siap Lanjutkan Kemitraan Strategis dengan ASEAN

Anwar dalam pernyataan yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis, menyebutkan bahwa ia menyambut baik komitmen Rusia untuk memberikan kerja sama jangka panjang dalam pasokan energi dan minyak.

"Saya menyinggung upaya memperluas kerja sama ekonomi, termasuk menyambut baik komitmen Rusia untuk memberikan kerja sama jangka panjang dalam aspek pasokan energi dan minyak," kata Anwar.

Selain energi, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai peluang memperkuat kerja sama di bidang teknologi baru, keamanan siber, digital, kecerdasan buatan (AI), pertanian modern, dan farmasi.

>>> Samsung Rilis Update Keamanan Juni 2026 untuk Galaxy Z Fold 6 dan Special Edition

Pembahasan juga mencakup upaya mempermudah mobilitas masyarakat melalui penghapusan visa, serta penjajakan mekanisme untuk memperluas perdagangan dan investasi bilateral dengan menggunakan mata uang lokal, yaitu ringgit dan rubel.

Anwar juga memuji sikap Presiden Putin yang konsisten dan berprinsip dalam menyuarakan pandangannya terkait isu Gaza dan Iran.

>>> SIM Digital Resmi Jadi Pengganti Fisik, Begini Cara Aktivasinya

Pemerintah Malaysia, kata Anwar, akan terus mengambil langkah strategis dan proaktif untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk melalui kerja sama internasional yang menjamin stabilitas, keberlanjutan, dan ketahanan pasokan energi demi kepentingan rakyat.