Nilai tukar rupiah di pasar spot masih mengalami tekanan hingga akhir sesi perdagangan tengah pekan ini.

Berdasarkan data yang dikutip dari Investasi, mata uang garuda ditutup pada posisi Rp 17.762 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/6/2026).

>>> Adobe dan Disney Imagineering Kolaborasi Pakai AI untuk Desain Taman Tema

Meski melemah, rupiah tercatat menguat 0,72% jika dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.725 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah ini terjadi seiring dengan tren yang melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Perbandingan Mata Uang Asia

Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang dengan tingkat pelemahan paling dalam di Asia setelah anjlok sebesar 0,26%.

>>> UMS Buka Lowongan Staf Administrasi Umum International Office

Peso Filipina mengikuti dengan koreksi sebesar 0,13%, sementara baht Thailand melemah 0,06% dan dolar Taiwan turun tipis 0,02%.

Yuan China terdepresiasi 0,01%, dan dolar Hong Kong melemah sangat tipis sebesar 0,006% terhadap greenback.

Di sisi lain, rupee India justru mencatat penguatan tertinggi di Asia dengan kenaikan 0,25%.

>>> Kementerian ESDM Mutasi 107 Pejabat Administrator dan Pengawas

Yen Jepang naik 0,16%, ringgit Malaysia menguat 0,1%, dan dolar Singapura naik tipis 0,02% pada penutupan perdagangan.