Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,19 persen ke level Rp 17.753 pada Rabu (17/6/2026).

Posisi ini turun dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.719 berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.

>>> IHSG 17 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 6.220,74

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu fokus pasar eksternal.

Pelaku pasar mencermati peluang perpanjangan gencatan senjata sementara demi membuka ruang negosiasi menuju kesepakatan permanen.

Meskipun demikian, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai masih tinggi.

Proses normalisasi produksi dan distribusi energi di wilayah tersebut diproyeksikan memerlukan waktu yang tidak singkat, sehingga risiko pasokan energi global tetap diwaspadai.

Perhatian investor juga tertuju pada pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve.

Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, namun pasar menunggu proyeksi ekonomi terbaru dan sinyal arah kebijakan ke depan.

"Pasar masih menunggu petunjuk terkait peluang penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini," ujar Ibrahim, Rabu (17/6/2026).

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.753 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Domestik

Faktor Domestik dan Proyeksi Pergerakan Rupiah

Dari sektor domestik, fokus pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 17-18 Juni 2026.

Pertemuan ini menjadi sorotan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 5,50 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Indonesia dinilai memiliki kesiapan yang relatif lebih baik dalam menghadapi risiko gangguan pasokan energi global.

Kesiapan ini didukung oleh diversifikasi sumber impor minyak mentah, sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Pemerintah tetap mempertimbangkan faktor harga dalam menentukan sumber impor energi. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi dan mengendalikan beban fiskal negara.

Untuk perdagangan Kamis (18/6), rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif.

>>> Bursa Asia Berpotensi Melemah, Pasar Menanti Sinyal The Fed di Era Kevin Warsh

Ibrahim memproyeksikan pergerakan kurs berpotensi melanjutkan kecenderungan melemah pada kisaran Rp 17.760 sampai Rp 17.800 per dolar AS.